• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 26 November 2022

Tapal Kuda

Shafwan, Mahasiswa Fakultas Hukum UIJ Peraih Juara Tartil Qur’an

Shafwan, Mahasiswa Fakultas Hukum UIJ Peraih Juara Tartil Qur’an
Shafwan, mahasiswa FH UIJ. (Foto: NOJ/Aryudi)
Shafwan, mahasiswa FH UIJ. (Foto: NOJ/Aryudi)

Jember, NU Online Jatim

Kuliah di Fakultas Hukum bukan berarti boleh tertinggal di bidang lain, khususnya tartil Qur’an. Keduanya bisa ditekuni sekaligus dan berjalan beriringan. Itulah yang dilakukan oleh Shafwan Maulidi, lajang asal Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Jember ini cukup aktif menjalani kuliah di Fakultas Hukum Universitas Islam Jember (UIJ). Namun di sisi lain, Shafwan, sapaan akrabnya juga menekuni bidang tartil Qur’an.  Bahkan ia menorehkan prestasi yang cukup menonjol di bidang yang satu ini.

 

Paling tidak, Shafwan sudah beberapa kali mengharumkan nama UIJ lewat kumandang tartilnya. Pertama, juara 2 dalam Lomba Tartil UKIM Islamic Festival 2021 yang digelar  STIE Mandala Jember tanggal 10 September 2021. Kedua, juara 1 dalam Lomba Islamic Youth Competition 2021 pada sub tartil Qur’an. Ajang yang disebut terakhir ini diselenggarakan oleh Muslim Academic Student Activity FKIP Universitas Jember tanggal 3 Oktober 2021. 

 

“Alhamdullah, gelar juara dua kali saya dapat. Bangganya karena saya membawa nama kampus UIJ,” ujarnya, Kamis (04/11).

 

Menurutnya, membaca al-Qur’an dengan tartil adalah suatu keharusan. Sebab, al-Quran memang harus dibaca dengan baik  dan benar sesuai standar tajwid. Selain itu, juga dianjurkan al-Qur’an dibaca dengan indah agar menjadi syiar bagi masyarakat. 

 

“Untuk mendorong masyarakat agar semakin mencintai al-Qur’an dan dibaca dengan baik dan benar, maka diadakanlah berbagai lomba tartil, qiroah, dan sebagainya,” tutur Shafwan.

 

Ia mengaku belajar tartil Qur’an bukan untuk lomba, tapi memang keharusan dirinya sebagai muslim untuk terus mengasah kemampuan dalam membaca al-Qur’an dengan baik dan benar.

 

Dikatakannya, fasih membaca Al-Qur’an adalah kunci dari eksistensi keilmuan seorang muslim di tengah-tengah masyarakat. Sebab, betapapun piawainya seseorang  berorasi di atas podium, tapi saat menukil ayat Al-Qur’an belepotan, maka nilai kepiawaiannya tereduksi jauh.

 

“Makanya, belajar membaca al-Qur’an dengan tartil sangat penting,” pungkasnya.

 

Penulis:  Aryudi AR


Tapal Kuda Terbaru