• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Tapal Kuda

Taujihat Rais NU Lumajang Ulas Makna Tema 1 Abad NU

Taujihat Rais NU Lumajang Ulas Makna Tema 1 Abad NU
KH Fanandri Abdussalam, Plt Rais PCNU Lumajang saat menyampaikan taujihat. (Foto: Tangkap Layar)
KH Fanandri Abdussalam, Plt Rais PCNU Lumajang saat menyampaikan taujihat. (Foto: Tangkap Layar)

Lumajang, NU Online Jatim
KH Fanandri Abdussalam, Pelaksana Tugas (Plt) Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang menyampaikan taujihatnya dengan mengulas tema yang diluncurkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam menyongsong 1 abad NU.


Hal itu disampaikan Kiai Fanandri saat acara Kick Off 1 Abad NU yang dipusatkan di Gedung NU II, Jalan Musi Nomor 9 Sumberejo Sukodono Lumajang, Jum'at (29/07/2022). Tema ‘Mendigdayakan NU Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru’ menurut Kiai Fanandri mempunyai beberapa makna.


"Digdaya itu artinya sakti, tidak terkalahkan. Kalau bapak ibu melihat pagelaran wayang, digdaya itu artinya kebal. NU itu tidak bisa digdaya kalau NU tidak sehat dan tidak kuat. NU harus sehat jamiyahnya, administrasi tertib dan yang harus menyehatkan organisasi ini adalah kita semua pengurus di semua tingkatan," jelas Kiai Fanandri.


Kiai Fanandri mencontohkan hal itu harus dimulai dengan hal-hal terkecil semisal memfungsikan kantor dengan yang semestinya. "Punya kantor NU, tapi tidak pernah ngantor. Ayo, fungsikan kantor sebagai tempat koordinasi, konsolidasi, dan berkegiatan," harapnya.


Ia menambahkan, selain kuatnya jamiyah kedigdayaan NU itu juga bergantung pada akidah dan amaliyah jamaah. Kolaborasi dua kekuatan struktural dan kultural inilah yang menjadi tolak ukur kekuatan NU.


"Karena kadang jamaah kita tidak terlalu yakin kepada ideologi NU. Makanya, berkumpulnya kita malam ini dalam acara Kick Off 1 Abad NU, adalah ajakan agar warga NU dimanapun dan di tingkat apapun untuk bekerja sama bahu membahu meningkatkan stamina dan performa NU di abad kedua," lanjut kiai asal Kediri ini.


Sedangkan kebangkitan baru, kata Kiai Fanandri, tidak sama dengan baru bangkit. Alasan pertama perlunya kebangkitan baru ini adalah tantangan dan strategi dakwah yang terus berkembang harus diikuti NU akibat perubahan tatanan besar-besaran dalam dunia digital, kesehatan dan rantai pasok pangan global.


"Selain itu, kita diilhami spirit hadits Nabi yang diriwayatkan Imam Abu Dawud dari jalur Abu Hurairah, yang artinya, sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini setiap 100 tahun orang yang memperbaharui agama mereka. Jadi, dalam usia 100 tahun ada spirit pembaharuan, maka itulah yang mengilhami untuk kebangkitan baru NU," tegasnya.


Secara khusus, Kiai Fanandri menyoroti dunia digital. Menurutnya, NU sebagai organisasi terbesar harus bergerak di dunia maya dengan mengembangkan media sosial yang saat ini menjadi konsumsi utama generasi milenial.


"Oleh karena itu, saya mendorong NU harus punya banyak akun, agar anak-anak muda kesasarnya ke akun kita. Makanya, rangkaian kegiatan yang diluncurkan PBNU ini intinya adalah strategi bagaimana memajukan NU dalam memasuki abad kedua," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru