• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 7 Juli 2022

Tapal Kuda

NU Peduli Semeru

Tim NU Peduli Semeru Lakukan Analisis Psikologis Para Korban

Tim NU Peduli Semeru Lakukan Analisis Psikologis Para Korban
Foto bersama Tim NU Peduli Semeru di Dusun Candipuro Lor Kecamatan Candipuro Lumajang bersama warga dan anak-anak terdampak erupsi Gunung Semeru. Jumat (31/12/2021). (Foto: NOJ/Imam Malik Hakim)
Foto bersama Tim NU Peduli Semeru di Dusun Candipuro Lor Kecamatan Candipuro Lumajang bersama warga dan anak-anak terdampak erupsi Gunung Semeru. Jumat (31/12/2021). (Foto: NOJ/Imam Malik Hakim)

Lumajang, NU Online Jatim                               

Tim NU Peduli Semeru melakukan analisis melalui pendekatan kepada masing-masing korban untuk mengetahui dampak psikologis yang dialami, Jumat (31/12/2021). Tim juga memberikan pendampingan sosial secara khusus melalui hiburan serta kegiatan psikososial.

 

Tim ini terdriri dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Kabupaten Lumajang, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Candipuro beserta Fatayat dan anggota Sannggub NU.

 

“Kita coba untuk melakukan pendekatan kepada warga secara personal untuk bisa mengetahui seberapa besar dampak dari Semeru itu terhadap psikologis mereka. Kami dari NU Peduli belum mampu untuk melakukan trauma healing karena trauma healing penyembuhan trauma hanya bisa dilakukan setelah ada analisis psikososial terhadap mereka seberapa besar dampak traumanya,” kata Anin Suhunaini, pengurus LPBINU Lumajang.

 

Ia menjelaskan, upaya yang dilakukan timnya itu dibantu oleh tenaga ahli Psikolog Unair Surabaya. Menurutnya, setelah melakukan analisis nantinya harus bisa menentukan langkah strategis untuk dilakukan selanjutnya.

 

“Kita tahu bahwa NU itu sumberdayanya sangat luar biasa banyak, orang-orang yang SDM tinggi di wadah kita. Nah, dari ini (pasca-analisis) nanti agar bisa memahami apa yang akan dilakukan dan kapan harus dilaksanakan,” ungkapnya.

 

Perempuan yang akrab disapa Bu Naini ini melanjutkan, hingga kini diketahui terdapat sebagian warga masih mengalami trauma saat melihat asap. Mereka ketakutan ketika melihat asap, air mengalir deras, dan angin sedikit kencang.

 

“Kemudian untuk anak-anak, selain kita melakukan afirmasi kepada mereka, kita melihat respons mereka itu seperti apa. Dari situ nanti akan dilihat analisa dari psikolog, dan kegiatannya tadi sudah melaksanakan konseling, kemudian ada permainan-permainan game untuk anak-anak,” bebernya.

  

Dalam kesempatan itu, tim juga memberikan hadiah kepada anak-anak. “Kalau untuk warga terdampak kami berikan sembako, dan untuk anak-anak tadi kami berikan alat permainan edukatif (APE) dan snack sebagai penyemangat. Serta 25 paket alat tulis untuk anak-anak,” tandasnya.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru