• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 30 September 2022

Tapal Kuda

Tokoh Muda NU Kecam Aksi Represif Aparat di India

Tokoh Muda NU Kecam Aksi Represif Aparat di India
Direktur Womester yang juga Wakil Ketua PW LDNU Jawa Timur, Kiai M Noor Harisudin. (Foto: NOJ/RMj)
Direktur Womester yang juga Wakil Ketua PW LDNU Jawa Timur, Kiai M Noor Harisudin. (Foto: NOJ/RMj)

Jember, NU Online Jatim
Direktur World Moslem Studies Center (Womester) yang juga Wakil Ketua Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Timur, Kiai M Noor Harisudin menyayangkan aksi represif aparat keamanan India. Utamanya perlakukan terhadap sejumlah aktivis Muslim India dengan merusak rumah mereka terkait demonstrasi memprotes penistaan terhadap Nabi Muhammad oleh politikus dari partai pemerintah.


Menurutnya, aksi turun ke jalan yang dilakukan Muslim India yang dipicu tindakan ‘islamophobia’ tersebut adalah bentuk dari hak asasi manusia yang wajib dilindungi, yaitu hak kebebasan menyuarakan pendapat. 


“Kami bersama umat Muslim dunia mengutuk tindakan arogan yang dilakukan aparat keamanan India,” kata Prof Haris, sapaannya kepada NU Online Jatim, Sabtu (18/06/2022).


Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri KH Achmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember itu berharap kepada pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan tegas. Tujuannya agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali.


“Di mana saja orang memiliki hak untuk hidup damai, tenang dan tentram di dunia. Karena itu kami mendorong langkah konkrit pemerintah dan pihak berwenang untuk mewujudkan kedamaian di dunia ini,” tutur Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan (KP3) MUI Jatim ini.


Sebelumnya diberitakan, pernyataan kontroversial tentang Nabi Muhammad SAW yang dilontarkan oleh juru bicara partai penguasa di India, Bharatiya Janata (BJP), Nupur Sharma. Pernyataannya menuai kecaman sejumlah negara Muslim di dunia, termasuk Indonesia. Selain Sharma, juru bicara BJP lain, Naveen Jindal, juga menghina Nabi Muhammad di media sosial. Kedua tokoh politisi ini pun akhirnya dipecat dari anggota partainya.


Situasi terkini semakin memanas, Muslim India mulai pekan kemarin melakukan aksi demonstrasi menuntut keadilan atas pernyataan anti Islam tersebut. Keadaan semakin tidak terkendali setelah terjadi bentrokan antara umat Muslim dan Hindu di beberapa lokasi aksi unjuk rasa.


Polisi di Uttar Pradesh berhasil menangkap sekitar 300 orang yang dinilai berhubungan dalam aksi kerusuhan tersebut. Tidak hanya itu, aparat keamanan Uttar Pradesh bahkan menghancurkan tempat tinggal sejumlah tokoh Muslim yang dituduh terlibat dalam aksi kerusuhan, yang dipicu ujaran islamophobia.


Sebelumnya, Indonesia melalui Kemlu RI telah mengecam pernyataan politikus India tersebut.


“Indonesia mengutuk keras pernyataan yang merendahkan Nabi Muhammad SAW oleh dua orang politisi India. Pesan ini telah disampaikan kepada duta besar India di Jakarta,” demikian pernyataan resmi Kemlu RI di Twitter.


Mengutip CNN, Pakistan, Qatar dan Kuwait juga mengambil sikap tegas atas aksi islamophobia di India. Pemerintah Qatar dan Kuwait telah memanggil duta besar India akibat peristiwa ini.
 


Editor:

Tapal Kuda Terbaru