• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Tapal Kuda

UIJ Gelar Diklat Membaca Kitab Kuning Metode Al-Miftah

UIJ Gelar Diklat Membaca Kitab Kuning Metode Al-Miftah
Pembukaan Diklat Membaca Kitab Kuning oleh Fakultas Farbiyah UIJ. (Foto: NOJ/Aryudi AR)
Pembukaan Diklat Membaca Kitab Kuning oleh Fakultas Farbiyah UIJ. (Foto: NOJ/Aryudi AR)

Jember, NU Online Jatim 
Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember (UIJ) mengandeng Ikatan Alumni Santri Sidogiri  (IASS) menyelenggarakan Diklat Baca Kitab Metode al-Miftah Lil Ulum Sidogiri. Kegiatan dipusatkan di aula kampus setempat, Ahad (28/11/2021).

 

Dekan Fakultas Tarbiyah UIJ, Jasuli mengatakan bahwa pandai membaca kitab kuning begitu vital. Kepiawaian membaca kitab kuning adalah modal penting untuk bisa eksis di tengah begitu bebasnya ungggahan apapun di media sosial (medsos). Sebab, dewasa ini tulisan maupun ceramah keagamaan yang  menyimpang cukup banyak beredar di medsos.  

 

“Bagi orang yang nanggung pemahaman keagamaannya, ya ceramah-ceramah itu langsung ditelan mentah-mentah. Padahal isinya cuma menyalah-nyalahkan pihak lain,  mengkafirkan orang yang tidak sejalan, dan sebagainya. Kacau jadinya,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, bisa membaca kitab kuning amat penting untuk menjawab tuduhan-tuduhan miring pihak lain terhadap amaliah NU. Sebab, kalau sudah paham kitab kuning, maka saat membaca Al-Qur’an sudah punya ilmu untuk memahami sesuai maksud yang sesungguhnya.

 

“Jadi bisa membaca kitab kuning itu sekarang adalah senjata kita untuk menghadapi kelompok-kelompok yang seringkali hanya bisa menyalahkan kita (NU). Selain itu, tentu kitab kuning untuk referensi keilmuan kita juga,” jelas Jasuli.

 

Di tempat yang sama, Kepala Divisi Diklat IASS Kabupaten Jember, Ustadz Zubaidi Ilyas mengatakan pihaknya siap menjadi mitra UIJ dalam pelatihan membaca kitab kuning. Perguruan tinggi, katanya, memang menjadi salah satu sasaran mitra pihaknya untuk menghidupkan ghirah mahasiswa dalam membaca kitab kuning.

 

“Metode Al-Miftah kami luncurkan sekitar 10 bulan yang lalu, dan sudah banyak pesantren yang menerapkan metode ini, beberapa perguruan tinggi juga kerjasama,” ucapnya.

 

Dalam kesempatan itu, Fakultas Tarbiyah UIJ menandatangani MoU dengan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) untuk menyelenggarakan pelatihan membaca kitab kuning dengan Metode al-Miftah Lil Ulum Sidogiri secara berkala. 

 

Diklat untuk kelas pengajar, diikuti 50 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai pondok pesantren di Jember. Acara termasuk istimewa karena dihadiri langsung penggagas Metode Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri, Ustadz Qusairi Ismail, selain tutor andal dari lembaga tersebut, tentunya.


Penulis: Aryudi A Razaq


Editor:

Tapal Kuda Terbaru