• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Tapal Kuda

Diskusi di UIJ, Ketua LAZISNU Jember Harap Mustahik Jadi Muzakki

Diskusi di UIJ, Ketua LAZISNU Jember Harap Mustahik Jadi Muzakki
Suasana 'Ngaji Aswaja' yang diselenggarakan UIJ. (Foto: NOJ/Aryudi AR)
Suasana 'Ngaji Aswaja' yang diselenggarakan UIJ. (Foto: NOJ/Aryudi AR)

Jember, NU Online Jatim 

Hal yang harus diupayakan bagi para penerima santunan zakat atau mustahik adalah akhirnya berubah menjadi muzakki. Hal tersebut penting agar zakat yang diterima dapat difungsikan untuk kegiatan yang lebih produktif.

 

Harapan ini sebagaimana diskusi yang diselenggarakan di Universitas Islam Jember (UIJ). Kegiatan rutin yang dikemas dalam acara 'Ngaji Aswaja' itu digelar di kampus yang berpusat di Jalan Kiai Mojo Nomor 101 Jember tersebut.

 

Ngaji Aswaja yang diselenggarakan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah (LP2AN) UIJ kalai ini mengusung tema ‘Zakat dalam Perspektif Hukum Islam dan Kebijakan Pemerintah’ dengan narasumber Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jember, Achmad Fathor Rosyid.

 

Menurut Ustadz Rosyid, sapaan akrabnya, bahwa zakat mempunyai fungsi sosial yang sangat tinggi, di antaranya membantu meringankan beban hidup orang miskin. Dengan zakat, penerima zakat akan terkurangi bebannya meskipun hanya sebentar.

 

“Sudah pasti, mustahik terbantu hidupnya dengan pembagian zakat dan sebagainya,” katanya di aula Ulum AA, gedung rektorat UIJ, Kamis (18/11/2021).

 

Namun ia mengingatkan bahwa masyarakat perlu diajari hidup mandiri dengan cara diberdayakan lewat zakat. Yaitu pemanfatan zakat untuk kegiatan produktif, bukan konsumtif. Bentuknya adalah zakat dipergunakan untuk permodalan, sehingga manfaat zakat bisa lebih awet dan berdayaguna.
 

“Dengan begitu, kita berharap suatu saat mustahik  bisa bangkit, bisa meningkat menjadi muzakki,” jelasnya.

 

Pada kesempatan tersebut dirinya mengajak civitas akademika UIJ untuk mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan kampus melalui Jaringan Pengelola Zakat Infaq Sedekah (JPZIS). Apalagi itu merupakan kepanjangan tangan dari LAZISNU Jember.

 

“Ada zakat mal, zakat profesi dan sebagainya. Mari kita gali dan kita optimalkan potensi zakat di sini. Nanti (dengan zakat itu) bisa kita bantu mahasiswa dengan beasiswa, kita berdayakan tukang kebun dan sebagainya,” pungkasnya.

 

Penulis: Aryudi AR


Editor:

Tapal Kuda Terbaru