• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 19 Mei 2024

Tokoh

Sayyidah Fatimah Az-Zahra, Perempuan Lembut dan Penyabar

Sayyidah Fatimah Az-Zahra, Perempuan Lembut dan Penyabar
Sayyidah Siti Fatimah Azzahra. (Foto: Ilustrasi/ NU Online)
Sayyidah Siti Fatimah Azzahra. (Foto: Ilustrasi/ NU Online)

Sayyidah Siti Fatimah Azzahra merupakan putri Nabi Muhammad SAW. Ia adalah sosok perempuan yang berwatak lembut, sehingga ia menjadi suaminya Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Bahkan ayah dan ibunya dijadikan figur atau teladan utama dalam kesehariannya.


Sebagaimana yang masyhur di kalangan Nahdliyin, Fatimah Az-Zahra lahir di Makkah Al-Mukarramah. Kelahirannya pada Jum'at tanggal 20 Jumadil Akhir. Rasulullah memberi nama Fatimah karena Allah telah mengharamkan baginya neraka. Ia diberi gelar الزهراء karena Sayyidah Fatimah adalah bunga yang indah dengan sebaik-baik ciptaan.


Sayyidah Fatimah juga diberi gelar البتول karena ibadahnya tak pernah putus, baik perbuatan ataupun perkataan. Rasulullah memberi gelar pula أم أبيها karena kasih sayang dan kelembutan yang tercurah dari dirinya kepada ayahnya, Nabi Muhammad SAW.


Sayyidah Fatimah sosok pribadi yang mulia, akhlaknya yang menawan, lisannya terjaga dan berkata jujur. Di antara keistimewaan yang tidak dimiliki wanita lain adalah tidak pernah haid dan nifas karena ia tidak pernah meninggalkan shalat.


Umat Islam di penjuru dunia menyebutnya belahan jiwa Al-Musthafa. Barang siapa yang membuat Sayyidah Fatimah murka, maka ia membuat nabi murka. Dan barang siapa yang membuatnya ridha, sesungguhnya nabi ridha padanya.


Diketahui dalam buku Fatimah: Pemimpin Wanita di Surga, walaupun ia ditinggal tiada oleh ibunya Sayyidah Khadijah Al-Kubra, ia mampu menyembunyikan kesedihannya. Model pendidikan yang ia terima di keluarga, tertular dengan baik pada Fatimah Az-Zahra. Sehingga saat berkeluarga dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a, ia rela hidup sederhana.


Keberhasilan Nabi dalam mendidik anak, menciptakan generasi yang penyabar. Sampai detik ini, umat Islam di penjuru dunia tidak pernah mendengar kisah bahwa Fatimah mendesak suaminya memberi nafkah.


Sesulit apapun kondisi ekonominya, ia tunjukkan ketabahan dan kesabaran. Hingga ia menerima kondisi Ali bin Abi Thalib dengan mahar seharga baju perang atas perintah Rasulullah.


Semoga Nahdliyat di Indonesia bisa meneladani kesabaran Fatimah Az-Zahra dalam mengarungi bahtera rumah tangga.


Tokoh Terbaru