• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Jujugan

Mengenal Dodol Sarkoju', Kue Khas Pernikahan di Sumenep

Mengenal Dodol Sarkoju', Kue Khas Pernikahan di Sumenep
Dodol Sarkoju' yang biasa disuguhkan dalam acara pernikahan. (Foto: NOJ/Firdausi)
Dodol Sarkoju' yang biasa disuguhkan dalam acara pernikahan. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 

Salah satu hidangan kue dalam setiap tradisi pernikahan di Madura adalah dodol. Pasalnya, dodol merupakan simbol relasi antara manusia dengan manusia serta menunjukkan pada khalayak bahwa seluruh kuliner terbuat dari bahan-bahan alamiah dan tanpa bahan pengawet makanan.

 

Pernyataan ini dikatakan oleh Subhan warga Sarkoju', Desa Prenduan, Pragaan, Sumenep saat menghadiri acara pernikahan, Ahad (18/09/2022).

 

Dijelaskan, dodol buatan warga Sarkoju' berbeda dengan jenis dodol yang ada di daerah lainnya. Dari segi warna kecoklatan, manis, memiliki tekstur yang lembut saat digigit dan tidak terlalu lengket saat dipegang serta tahan sampai tiga hari.

 

Berdasarkan sejarah, setiap acara adat, dodol menjadi perekat sosial, menyambungkan hubungan silaturrahim antar sesama famili dan warga setempat. Tak heran di setiap ada acara pernikahan, selamatan, rokat desa, dan bha rebbha (berbagi makanan di setiap malam Jum'at), dodol menjadi makanan nomor satu di desanya.

 

"Kebiasaan lainnya yang kami ketahui, warga acap kali membawa dodol ke sebuah tempat yang jarang sekali mengkonsumsi dodol. Sebut saja di daerah pesisir Prenduan. Kini, dodol diperjualbelikan oleh pedagang kue yang berjalan kaki dari rumah ke rumah dengan harga yang receh, tapi rasanya maknyus," ujar alumni Pondok Pesantren Al-Qarorul Makien Prenduan itu.

 

Disebutkan, bahan-bahan dodol Saykoji' antara lain air nira (legen), santan, dan beras yang sudah dihaluskan. Jika kualitas beras baik, maka hasilnya pun sangat baik.

 

Untuk membuat dodol, langkah pertama adalah parutan kelapa dilumuri dengan air nira, kemudian diperas. Setelah itu, air perasan santan yang dituangi air nira direbus secara kondisional.

 

Sebagaimana ia melihat ibunya membuat dodol di dapur, tepung beras yang sudah halus direndam pakai air nira. Mengenai ukurannya, tergantung banyaknya memproduksi dodol.

 

"Berselang kemudian, ibu memasukkan tepung itu pada kuali jumbo yang sebelumnya air santan direbus. Yang jelas, kami kurang tahu berapa lama air santan itu direbus. Yang kami tahu, ibu menggunakan instingnya saat mencampurkan tepung dengan santan itu," terangnya.

 

Setelah tercampur semua, diaduk rata sampai matang dan mengeras. Jika tidak diaduk, khawatir adonan tidak merata dan manisnya tidak terasa di lidah.

 

"Guna menentukan kualitas dodol baik. Tergantung pada insting koki saat menungakan tepung yang dicampur dengan air nira," tandasnya.


Jujugan Terbaru