• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 29 Juni 2022

Kediri Raya

Jalan Berliku Ketua Pergunu Blitar Meraih Sukses 

Jalan Berliku Ketua Pergunu Blitar Meraih Sukses 
Puji Wianto melewati jalan penuh terjal sehingga sukses seperti saat ini. (Foto: NOJ/Pransiska A)
Puji Wianto melewati jalan penuh terjal sehingga sukses seperti saat ini. (Foto: NOJ/Pransiska A)

Blitar, NU Online Jatim
Puji Wianto memaparkan pengalaman berkarir sejak awal merintis di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga mampu menorehkan pekerjaan yang mapan dan tentu saja membanggakan.

 

Diceritakan bahwa dirinya memulai pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Walisongo Selorejo. Kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Perdidikan Guru (SPG) Ma'arif Selorejo Blitar.

 

Tidak berhenti sampai di situ. Pihaknya mengungkapkan, perjalanan karir sejak duduk di bangku SPG sudah merasakan betapa kerasnya getir perjuangan dalam mengemban pendidikan di tengah perekonomian keluarga yang serba kekurangan. Baginya, tiada kata lelah untuk terus berproses, tiada kata gugur sebelum menggenggam kesuksesan. 

 

"Saya pernah bekerja di perusahaan China di Riau, yang mana pengalaman tersebut saya terapkan kembali pada tahap berikutnya," katanya saat ditemui NU Online Jatim beberapa waktu berselang.

 

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Blitar ini menuturkan bahwa sebelum memutuskan melanjutkan pendidikan di bangku perguruan tinggi, sempat membuka usaha kecil-kecilan. Seperti halnya berjualan es pleret, dan kemudian beralih dengan menjual kerupuk keliling.

 

"Segala upaya yang telah dilakukan memang tidak sebanding dengan hasil yang saya diperoleh. Kendati demikian saya tetap semangat bekerja, rasa optimis dan berpikir kritis yang membuat bertahan untuk terus membulatkan bertekad," kenangnya.

 

Dirinya mengaku, saat itu memutuskan kuliah di Universitas Malang dengan mengambil Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekokah Dasar (PGSD) dan lulus pada tahun 2001.

 

Di tengah berjuang dengan biaya perkuliahan, kebutuhan ekonomi keluarga baik istri dan keempat putranya yang masih usia belia tentu tidaklah kecil. Dan tentu saja beragam usaha dilakukan demi memastikan seluruh kebutuhan keluarga dapat terpenuhi sesuai harapan. 

 

Puji Wianto menyampaikan, bahwa pada tahun 2011 dirinya  melanjutkan belajar S-2 di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama). Hingga kemudian ditugaskan untuk terus berkhidmat di ranah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar.

 

"Tentu tidak mudah, maka perlunya tindakan yang lebih terstruktur dan terus berkembang, seperti halnya membangun sistem pengembangan kreatiftras keluarga," jelasnya.

 

Lulus gelar S2 di tahun 2014, pihaknya mengaku mengembangkan tata kelola manajemen pendidikan dengan terjun langsung kepada sekolah yang berkhidmat Nahdlatul Ulama. Mulai dari mengatur tata kelola Madrasah Aliyah (MA) Ma'arif Selorejo Blitar. Dipercaya pula sebagai pengajar di Lembaga Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kanigoro, Blitar.

 

Bagaimana caranya bisa melanjutkan jenjang pendidikan hingga bergelar doktor? Padahal pendapatannya tidak seberapa, dan pada saat yang sama  harus membiayai jenjang pendidikan keempat putranya.

 

Kepada NU Online Jatim, Puji Wianto berpesan, agar terus berkembang dan mencapai peningkatan yang optimal. Selain berdoa berusaha dan bersabar ada tiga unsur yang perlu digarisbawahi, yaitu berpikir kritis, kreatif serta komunikatif. Kritis dalam mengembangkan kontribusi, dan mampu mengalokasikan pekerjaan secara cepat, tepat dan akurat. Kemudian komunikatif serta kolaboratif. 

 

"Utamanya ikhtiar, untuk menyikapi problematika kehidupan ini tentu tidaklah mudah, tetapi bisa kita hadapi dan tuntaskan dengan keempat prinsip tersebut," tambahnya.

 

Jika diibaratkan dengan berkebun, ada perbandingan antara menanam pohon bambu dan pohon tauge, Tauge dalam proses keberhasilan tentu cepat dan singkat, akan tetapi tidak mampu bertahan pada titik cuaca tertentu.  Lalu tak sebanding dengan pohon bambu, untuk menanam dan merawatnya dengan penuh ketekunan dan konsisten dalam perawatan. 

 

“Terbukti bahwa sebuah proses yang dikemas dalam stigma yang tepat, maka hasil akan menjawab problematika itu,” terangnya.

 

Siapa sangka, upayanya dalam berproses berbuah hasil maksimal. Di tahun yang sama ia memutuskan untuk melanjutkan jenjang pendidikan S3 dengan gelar doktor. Pernah dipercaya menjadi Ketua Yayasan LP Ma'arif NU Selorejo, dan saat ini fokus pada pelalayanan pendidikan Sekolah Pendidikan Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Blitar.  Serta dipercaya sebagai Ketua PC Pergunu Kabupaten Blitar.

 

Tidak hanya itu, ia juga akan mengupayakan program unggulan dalam pengembangan perekonomian keluarga baik akademik maupun soft skill harus seimbang.


Penulis: Pransiska Anggraeni
 


Editor:

Kediri Raya Terbaru