• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Kediri Raya

Cerita Pegiat Batik di Blitar Hadapi Pandemi Covid-19

Cerita Pegiat Batik di Blitar Hadapi Pandemi Covid-19
Proses pembuatan batik ciprat kinasih di Dusun Bambang Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. (Foto: NOJ/ Pransisika Anggraeni).
Proses pembuatan batik ciprat kinasih di Dusun Bambang Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. (Foto: NOJ/ Pransisika Anggraeni).

Blitar, NU Online Jatim

Pandemi Covid-19 banyak berdampak terhadap banyak pelaku usaha ekonomi kreatif  di masyarakat. Namun, hal itu tidak terlalu berdampak terhadap usaha batik ciprat kinasih milik Edy Cahyono di Dusun Bambang, Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

 

Usaha yang sudah dirintis sejak tahun 2017 ini tetap cukup banyak peminat, baik dari Blitar maupun luar kota bahkan hingga mancanegara.

 

Terbukti omset dari tahun ke tahun masih meningkat mencapai 75 persen. Tidak hanya itu, produksi batik ini sudah memiliki cabang di berbagai daerah di Blitar.

 

"Alhamdulillah, di masa pandemi ini tidak berdampak banyak untuk usaha kami, peminat dari berbagai kota pun meningkat drastis," kata Edy Cahyono, Founder Rumah Kinasih kepada NU Online Jatim, Sabtu (02/10/2021).

 

Ia juga mengatakan, peminat batik ciprat miliknya kini tembus di pasar internasional. Perkembangan yang fantastis ini tentu didasari dari komitmen dan konsistensi pemilik dalam pemetaan konsep yang dimiliki.

 

Dalam sehari bisa menghasilkan 20 sampai 50 lembar kain batik, tentunya semua itu bergantung pada cuaca  yang mendukung.

 

Manajemen yang mengutamakan konsistensi dan kualitas ini mampu menorehkan pernghargaan di berbagai event. Salah satunya UMKM terbaik versi OJK di Kediri pada tahun 2020. Pada tahun yang sama juga menyabet juara 4 Ceritera Wastra yang dipelopori oleh Kementerian Koperasi (Kemenkop) UKM.

 

“Dari sejumlah prestasi yang kami peroleh, semua itu tidak terlepas dari kinerja karyawan dan komitmen yang kami terapkan,” pungkasnya.

 

Diketahui, selain merintis usaha batik, Edy Cahyono juga memiliki lembaga pembinaan dan perlindunganan penyandang disabilitas.

 

 

Menurutnya, dengan memberikan perhatian khusus kepada mereka dengan membina potensi dan peluang sampai benar-benar berkualitas dirasa mampu menghilangkan stigma bahwa penyandang disabilitas orang yang layak diapresiasi.

 

Penulis: Pransiska Anggraeni


Editor:

Kediri Raya Terbaru