• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 21 Mei 2022

Kediri Raya

Perkuat Dakwah dan Ekonomi, NU Jatim Sinergi dengan Komunitas Tionghoa

Perkuat Dakwah dan Ekonomi, NU Jatim Sinergi dengan Komunitas Tionghoa
Kerja sama PWNU Jatim dengan Komunitas Tionghoa untuk memperkuat dakwah dan ekonomi. (Foto: NOJ/ Istimewa)
Kerja sama PWNU Jatim dengan Komunitas Tionghoa untuk memperkuat dakwah dan ekonomi. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Kediri, NU Online Jatim

Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) KH Anwar Iskandar mengungkapkan, pengembangan dakwah dan ekonomi keumatan membutuhkan kerja sama, baik dari kalangan NU dan pesantren atau pun pihak lain. Salah satunya jalin kemitraan dengan komunitas Tionghoa di Indonesia.

 

"Berbicara soal agama, NU dan kiai pesantren memang bidangnya. Sedang untuk masalah ekonomi dan bidang usaha, kita tak bisa menutup mata dengan kehadiran saudara kita dari etnis Tionghoa. Di sinilah, sebenarnya kemitraan itu harus dijalin," tutur KH Anwar Iskandar, Rabu (19/01/2022).

 

Hal tersebut ditegaskan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Kasinan Kediri itu saat kunjungan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Surabaya, dalam pertemuan PWNU Jatim di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Selasa (18/01/2022).

 

Dalam pertemuan itu, hadir Ketua PITI Jatim H Haryanto bersama jajarannya, serta dari Yayasan Masjid Muhammad Cheng Ho diketuai H Abdullah Nurawi. Sedang PWNU Jatim dipimpin Rais Syuriah KH M Anwar Manshur dan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar.

 

Kiai Anwar Iskandar yang merupakan Wakil Rais Aam PBNU 2022-2027 lalu mengingatkan fakta-fakta dalam Tarikh Islam. Disebutkan, bahwa pejuang dari zaman Nabi dan Sahabat dipompa dengan semangat hijrah. 

 

“Maka Sabahat Nabi berdakwah hingga sampai ke China. Sementara, Islam ke Nusantara bukan zaman Sahabat, tapi zaman Walisongo. Tampilnya Syekh Subakir ke Jawa.  Ada Syaikh Ibrahim Samarqondo alias Asmorokondi," tuturnya. 

 

Menurut Kiai Anwar Iskandar, di Cina ada kebudayaan yang berusia cukup tua. Jadi, para Sabahat Nabi ke Cina semata-mata soal peradaban yang sudah cukup tua yang perlu dipelajari. 

 

“Sambil ke Cina kemudian para Sahabat Nabi menyebarkan Islam," imbuhnya. 

 

Ketika itu, Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah membawa misi Islam Rahmatan lil 'alamin, yang santun mengayomi, yang diuntungkan umat manusia, juga negara. "Nah, sekarang orang-orang Cina bisa belajar dengan NU, sehingga NU pun bisa belajar ekonomi. Begitulah kemitraan itu," katanya.

 

Kiai Anwar Iskandar menegaskan, NU tempat orang-orang yang cakap dalam ilmu agama, dan Cina cakap dalam bidang ekonomi. NU punya kekuatan massa dan pendidikan agama. 

 

“Maka, sinergi dan kemitraan dalam menata perekonomian umat dan mengembangkan dakwah menjadi niscaya di masa mendatang,” sebutnya. 

 

Sementara Ketua Yayasan Masjid Haji Muhammad Cheng Ho, Surabaya H Abdullah Nurawi menyatakan keinginannya untuk saling bersinergi dan bermitra dengan NU dan kalangan pesantren. 

  

"Semua ini untuk meningkatkan dakwah. Kepada para ulama dan kiai NU Jawa Timur kami mohon untuk pendampingan sebagai partner," tuturnya, seraya menyampaikan salam H Bambang Suyanto, tokoh Muslim Tionghoa Surabaya, yang berhalangan hadir.


Kediri Raya Terbaru