• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Keislaman

Kultum Ramadhan 1443 H

3 Ibadah yang Dilakukan Nabi Muhammad saat Ramadhan

3 Ibadah yang Dilakukan Nabi Muhammad saat Ramadhan
Selama berada di bulan Ramadhan, Nabi Muhammad melakukan 3 kebiasaan. (Foto: NOJ/NU Network)
Selama berada di bulan Ramadhan, Nabi Muhammad melakukan 3 kebiasaan. (Foto: NOJ/NU Network)

Ramadhan sebentar lagi. Hanya dalam hitungan hari, bulkan penuh berkah tersebut akan datang. Sejumlah persiapan dilakukan demi memastikan umat Islam siap lahir batin menyambut Ramadhan.  


Lantas, apa saja yang dilakukan Nabi Muhammad SAW selama bulan Ramadhan? Bahwa Nabi Muhammad berpuasa sembilan kali Ramadhan sepanjang hayatnya: delapan kali berpuasa selama 29 hari, dan sekali berpuasa selama 30 hari. 


Dalam sistem kalender hijriyah –yang dipakai umat Islam- setiap bulannya itu 29 hari dan terkadang 30 hari, tidak sampai 31 hari sebagaimana sistem kalender masehi. Nabi Muhammad sangat memuliakan, merindukan, mengenang, dan mengistimewakan bulan Ramadhan. Nabi mengerjakan hal-hal positif dan amal ibadah saat bulan Ramadhan, baik sebelum ataupun setelah diangkat menjadi rasul. 


Merujuk buku Puasa pada Umat-umat Dulu dan Sekarang (Sismono, 2010), Nabi Muhammad berkhalwat (memencilkan diri) atau bertahannus (mengheningkan pikiran) di Gua Hira ketika bulan Ramadhan tiba. Dengan bekal roti kering, kurma, dan air yang disiapkan istrinya, Sayyidah Khadijah, Muhammad berada di Gua Hira sebulan penuh dan baru pulang ke rumah setelah bulan Ramadhan habis.  


Di sana bermunajat, bertaqarrub, dan bermujahadah kepada Tuhan. Nabi Muhammad melakukan itu beberapa kali setiap bulan Ramadhan tiba sampai benar-benar dirasakan terbukanya hijab bagi hati dan pikirannya. Hingga suatu saat, malaikat Jibril mendatangi dan memberinya wahyu dari Allah, Tuhan sekalian alam. Dan sejak saat itu, Nabi Muhammad dikukuhkan menjadi rasul Allah. 


Sementara ketika sudah menjadi nabi dan rasul, Nabi Muhammad lebih giat lagi mengerjakan ibadah, baik yang bersifat personal ataupun sosial. Di antaranya tadarus Al-Qur’an. Selama bulan Ramadhan, malaikat Jibril menemui Nabi Muhammad setiap malamnya. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Nabi selalu mentadaruskan Al-Qur’an di hadapan Jibril setiap malam bulan Ramadhan.  


Kegiatan tadarus bersama itu baru berhenti ketika Nabi Muhammad melaksanakan i’tikaf terakhir di masjid Nabawi. Pada saat itu, Nabi Muhammad menyampaikan kepada putrinya bahwa malaikat Jibril tidak akan datang lagi pada bulan Ramadhan berikutnya. Itu menjadi isyarat bahwa tahun depan Nabi Muhammad tidak akan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan. Dan benar, pada tahun itu Nabi Muhammad wafat setelah musim haji selesai.  


1. Tadarus Al-Qur’an
Sebagaimana satu riwayat, puasa dan Al-Qur’an yang dibaca pada malam Ramadhan akan memberikan syafaat kepada orang yang mengerjakannya kelak pada hari kiamat.  “Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: Ya rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari. Al-Qur’an juga berkata: Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka kami mohon syafaat buat dia. Beliau bersabda: Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.” (HR Ahmad) 


2. Sedekah 
Ibadah lainnya yang digiatkan Nabi Muhammad selama bulan Ramadhan adalah bersedekah kepada sesama. Dalam satu hadits riwayat Tirmidzi, Nabi Muhammad menegaskan bahwa sedekah yang paling baik adalah sedekah pada bulan Ramadhan. Selain itu, Nabi Muhammad mengatakan kalau siapapun yang memberi makan orang yang sedang berpuasa maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa. 


3. Umrah
Di samping itu, Nabi Muhammad juga menggiatkan ibadah umrah pada bulan Ramadhan. Nabi menekankan bahwa pahala umrah pada bulan Ramadhan itu sama seperti pahala haji.

  

Begitulah sejumlah ibadah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat Ramadhan tiba. Dan sudah selayaknya umat Islam mencontoh kebiasaan tersebut sebagai itba' atau mencontoh yang telah Nabi lakukan. 


Keislaman Terbaru