• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Keislaman

Doa agar Terhindar dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat

Doa agar Terhindar dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat
Ilustrasi santri sedang belajar untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat (Foto:NOJ/mtssunankalijogo)
Ilustrasi santri sedang belajar untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat (Foto:NOJ/mtssunankalijogo)

Setiap orang pasti menginginkan mendapatkan ilmu yang bermanfaat melalui proses aktif belajar di bangku sekolah, pesantren, kampus, menyimak majelis pengajian, terlibat dalam forum bahtsul masail, hingga membaca buku dan kitab secara mandiri. Kegiatan mulia ini dalam Islam hukumnya wajib bagi setiap muslim.
 

Sebagaimana sabda Rasulullah,
 

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ
 

Artinya: Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, dan siapa saja yang meletakkan ilmu tidak pada tempatnya, maka ibarat kalung permata, mutiara dan emas yang diikatkan pada seekor babi (HR Ibnu Majah).
 

 

Dalam hadits lain:
 

مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُو َفِى سَبِيْل ِاللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
 

Artinya: Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang (HR Tirmidzi).
 

Siapa pun pasti menginginkan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Tidak heran bilamana Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayah Al-Hidayah mencantumkan doa-doa yang dikutip dari Rasulullah agar terhindar dari ilmu yang tidak bermanfaat: 
 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لا يَخْشَعُ وَعَمَلٍ لَا يُرْفَعُ وَدُعَاءٍ لَايُسْمَعُ
 

Artinya: Ya Allah aku berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', amal yang tidak diangkat diterima, dan doa yang tidak didengar
 

 

Doa yang dimunajatkan Nabi di atas berisi tiga permohonan yang sangat penting: Pertama memohon ilmu yang bermanfaat, kedua rezeki yang baik dan ketiga amal perbuatan yang diterima oleh Allah SWT.
 

Selain itu, Rasulullah juga berdoa 
 

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي, وَعَلِّمْنِيْ مَايَنْفَعُنِيْ, وَ زِدْنِيْ عِلْمًا
 

Artinya: Ya Allah, berilah manfaat kepadaku dengan apa-apa yang Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah ilmu kepadaku. (HR. at-Tirmidzi)
 

Riwayat lain menyebutkan  dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi berdoa 
 

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ حَالِ أَهْلِ النَّارِ
 

Artinya:Ya Allah, Jadikanlah ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku bermanfaat bagiku. Ajarkanlah kepadaku ilmu yang berguna untukku dan tambahkanlah ilmu padaku. Segala puji bagi Allah atas segala hal, aku berlindung kepada Allah dari keadaan dan segala hal yang dilakukan penghuni neraka. (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah)
 

Dari penjelasan di atas orang yang mencari ilmu merupakan orang yang mulia, terlebih dalam agama Islam menuntut ilmu itu hukumnya wajib. Khususnya ilmu yang berkaitan dengan usuluddin. Selain dari pada itu, ilmu yang telah dipelajari bisa bermanfaat untuk dirinya, keluarga dan masyarakat. Oleh sebab itu doa-doa di atas dianjurkan untuk sering dibaca agar dijauhkan dari ilmu yang tidak bermanfaat. 


Keislaman Terbaru