• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Keislaman

Hari Jumat, Perbanyak Shalawat, Dzikir dan Membaca Surat Al-Kahfi

Hari Jumat, Perbanyak Shalawat, Dzikir dan Membaca Surat Al-Kahfi
Saat memasuki hari Jumat, sempatkan memperbanyak shalawat, dzikir dan membaca surat Al-Kahfi. (Foto: NOJ/Syaifullah)
Saat memasuki hari Jumat, sempatkan memperbanyak shalawat, dzikir dan membaca surat Al-Kahfi. (Foto: NOJ/Syaifullah)

Jumat adalah hari istimewa dan disebut sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Dengan demikian, hari terbaik dalam Islam ada di hari Jumat tersebut. Dan sebagai hari istimewa, ada sejumlah amalan yang hendaknya ajeg atau istikamah dilakukan saat Jumat. Ibadah tersebut melengkapi kelebihan hari Jumat yang tidak ada di hari lain.


Seperti kita ketahui, Jumat merupakan hari yang paling mulia dalam Islam. Karena hari itu merupakan hari raya sepekan bagi umat Islam. DR Muhammad Bakar Isma’il dalam Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah menyatakan, Jumat merupakan hari yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Hari itu merupakan waktu yang dipilih-Nya sebagai hari raya sepekan bagi kaum Muslimin. Pada hari itu umat Islam berkumpul untuk melaksanakan shalat dengan penuh keramahan dan kecintaan.


Oleh se, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Di antaranya adalah memperbanyak wirid dan dzikir. Karena pada hari itu ada saat waktu istijabah yang sengaja dirahasiakan oleh Allah SWT agar hamba-Nya lebih giat mencari waktu dimaksud. Termasuk juga yang disunahkan adalah membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW. Hal ini sesuai dengan hadits: 


 عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ النَّفْخَةُ، وَفِيْهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثَرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ، فّإنَّ صّلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ، قَالُوا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ؟- أي بَلِيْتَ- قَالَ: إنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ حَرَّمَ عَلَى الْأرْضِ أنْ تَأكُلَ أجْسَادِ الْأنْبِيَاءِ—سنن ابن ماجه 


Artinya: Diriwayatkan dari Aws bin Aws, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya hari yang paling mulia bagi kalian adalah hari Jumat. Pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, di hari itu ditiupkan ruh, dan pada hari itu dilaksanakan siksaan. Karena itu maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku. Sebab shalawat yang kamu baca pada hari itu akan didatangkan kepadaku. Lalu salah seorang sahabat bertanya: Wahai Rasulullah bagaimana mungkin shalawat yang kami baca itu bisa dihadapkan kepadamu, padahal engkau telah hancur dimakan bumi? Rasulullah SAW menjawab: Sesungguhnya Allah ’Azza wa Jalla mengharamkan bumi untuk memakan jasad para nabi-Nya. (HR Ibnu Majah, 1075) 


Di antara amalan yang dianjurkan juga adalah membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat atau pada hari Jumatnya. Penegasan disampaikan dalam keterangan berikut: 


عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُذْرِيّ قَالَ مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ 


Artinya: Diriwayatkan dari Abi Said Al-Khudri, ia berkata: Barang siapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jumat, maka Allah SWT akan menyinarinya dengan cahaya antara dia dan rumah yang penuh dengan keindahan. (Sunan Ad-Darimi, 3273) 


Membaca shalawat dan membaca surat Al-Kahfi pada malam atau hari Jumat itu sunah. Dalam hal ini DR Muhammad Bakr Isma’il menyatakan, seorang Muslim disunahkan untuk memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi SAW pada malam hari Jumat. Begitu juga sunah membaca surat Al-Kahfi pada malam dan hari Jumat. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah, halaman: 241)

  

Karenanya, mari gunakan waktu terbaik lantaran diberikan kesempatan hidup di hari Jumat dan mengisinya dengan aneka ibadah yang disarankan berdasarkan sejumlah hadits dan keterangan ulama. Wallahu a'lam.


 


Editor:

Keislaman Terbaru