• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Keislaman

Jangan Jadikan Perempuan Bernama Lailatul Qadar sebagai Guyonan

Jangan Jadikan Perempuan Bernama Lailatul Qadar sebagai Guyonan
KH M Zainur Rahman Hammam Ali , Wakil Rais PCNU Sumenep. (Foto: NOJ/ISt)
KH M Zainur Rahman Hammam Ali , Wakil Rais PCNU Sumenep. (Foto: NOJ/ISt)

Surabaya, NU Online Jatim
Di antara yang paling diburu saat akhir Ramadhan adalah bertemu dengan lailatul qadar. Karena pahala beribadah di saat tersebut lebih baik dibandingkan dengan seribu bulan. Oleh sebab itu banyak yang melakukan i'tikaf dan ibadah lain saat memasuki akhir Ramadhan seperti saat ini.


Akan tetapi, yang sangat disayangkan adalah pada saat ini mulai muncul sejumlah gambar perempuan bernama Lailatul Qadar. Hal ini terkesan menghibur, namun ada baiknya lebih hati-hati karena ada konsekuensi yang cukup membahayakan akidah.

 

Pandangan tersebut disampaikan KH M Zainur Rahman Hammam Ali di status Facebooknya, Kamis (28/04/2022). Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep ini mengingatkan kepada kalangan yang ingin guyonan dengan lailatul qadar tersebut.


"Lailatul qadar adalah bagian dari sya'āiri-llāh atau tanda kekuasaan Allah yang wajib diagungkan," kata Pengurus Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur tersebut. Salah satu buktinya, lailatul qadar bahkan dibuatkan satu surat khusus dalam Al-Qur-ān, lanjutnya.


"Maka, menjadikan momen mulia ini sebagai bahan candaan yang mengakibatkan hilangnya rasa ta'dzim diri sendiri atau orang lain padanya adalah haram," ungkap Kiai Zainur. Karena hal tersebut sama dengan ar-ridhā bi-sy syai' ridhan bi mā yatawalladu minhu, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muqri, Karang Kapoh, Prenduan, Sumenep itu..


"Bahkan jika ada niat melecehkan, risikonya adalah murtad, wa-l 'iyādzu billāh" katanya sembari menyarankan untuk membuka kitab matan kitab Sullam at-Taufiq


Oleh sebab itu, dirinya mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadhan sebagai sarana menjaga perilaku dan sikap. Dan sebagai momen istimewa, maka Ramadhan hendaknya diperlakukan dengan baik.


"Jadi, tolong, momen seagung lailatul qadar ini jangan dibuat candaan, apalagi dengan illustrasi atau foto nakal seperti yang berseliweran tiap kali sepertiga terakhir Ramadhan tiba," harapnya.


Dirinya juga mengajak semua pihak untuk berpikiran luas. Karena kalau ada kalangan yang mempersoalkan amaliah di bulan tertentu, Nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama tidak menerimanya.


"Bukankah banyak dari kita yang tak terima ketika bulan Rajab lalu ada pihak-pihak yang mengolok-olok  peristiwa Isra' Mi'raj dan mengomentarinya dengan tak pantas?" ungkap dia.


Di ujung keterangan, Kiai Zainur mengajak semua kalangan, khususnya Nahdliyin untuk bisa menahan diri dan bersikap hati-hati. Karena dengan kemunculan gambar perempuan menggunakan nama lailatul qadar tersebut sama saja 'mengajari' orang lain untuk tidak menghargai keagungan momen tersebut.


"Atau apa kita sudah kehabisan selera humor hingga seolah tak ada lagi bahan untuk bercanda?" pungkasnya. 


Keislaman Terbaru