• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 24 Juni 2024

Keislaman

Kisah Seorang Ibu yang Membaca Surat Al-Ikhlas di Bulan Rajab

Kisah Seorang Ibu yang Membaca Surat Al-Ikhlas di Bulan Rajab
Surat al-Ikhlas yang dibaca di bulan Rajab memiliki sejumlah keistimewaan (Foto:NOJ/nuonline)
Surat al-Ikhlas yang dibaca di bulan Rajab memiliki sejumlah keistimewaan (Foto:NOJ/nuonline)

Rajab berasal dari kata tarjib yang artinya agung, sebagian mengartikan tumpah (al-asabb), yakni tumpahan rahmat untuk orang yang bertaubat dan pengabulan doa untuk mereka yang berbuat amal kebaikan.


Dalam kitab Mukasyafatul Qulub juga disebutkan bahwa rajab adalah al-asham (tuli) atau tidak mendengar suara gemerincing pedang yang sedang beradu dalam peperangan. Sebagian lagi mengatakan, rajab adalah nama sungai yang terdapat di surga yang memiliki warna putih melebihi putihnya susu dan sangat manis daripada manisnya madu, dan lebih dingin daripada es.


Syekh Muttaqi Al-Hindi (975 H) dalam kitab Kanzul Ummal juz 12, halaman: 311, tepatnya di aplikasi Mausu’ah Asfar, mengatakan 


إن رجبا شهر عظيم تضاعف فيه الحسنات، من صام يوما منه كان كصيام سنة


Artinya: Sesungguhnya Rajab adalah bulan yang agung dan amal kebaikan akan dilipatgandakan, siapa saja yang berpuasa satu hari di bulan Rajab, maka (pahalanya) seperti berpuasa setahun.


Betapa agung dan istimewanya bulan Rajab, sehingga ada sebuah kisah seorang ibu yang mengamalkan bacaaan surat Al-Ikhlas kemudian ia mendapatkan kemuliaan di sisi Allah. Berikut kisah yang termuat dalam kitab Mukasyafatul Qulub karya Al-Ghazali:


وحكى ان امرأة في بيت المقدس كانت تقرأ كل يوم من رجب قل هو الله احد اثنتي عشرة الف مرة وكانت تلبس الصوف في شهر رجب فمرضت واوصت ابنها ان يدفن معها صوفها 


Artinya: Dikisahkan, seorang ibu yang berada di Baitul Muqaddas setiap hari di bulan Rajab membaca qul huwallahu ahad 12.000 kali dengan berpakaian wol (pakaian kasar), kemudian dia sakit dan berwasiat kepada anaknya agar dikubur bersama pakaian wolnya.


فلما ماتت كفنها في ثياب مرتفعة فرأها في منامه تقول له انا عنك غير راضية لانك لم تعمل بوصيتي فانتبه فزعا واخذ صوفها ليدفنه معها فنبش قبرها فلم يجدها فيه فتحير فسمع نداء اما علمت ان من اطاعنا في رجب لانتركه فردا وحيدا


Ketika sang ibu meninggal, lalu anaknya mengkafani dengan pakaian yang bagus (bukan pakaian wol), kemudian dia berjumpa ibunya dalam mimpi seraya berkata: aku tidak rela padamu, karena engkau tidak melaksanakan wasiatku. Anak itu terbangun dan secepatnya mengambil pakaian wol untuk dikuburkan di makam ibunya, dia menggali kuburan ibunya akan tetapi tidak menemukan jenazah ibunya. Di saat sedang kebingungan, tiba-tiba terdengar suara: tidakkah engkau ketahui bahwa seseorang yang taat kepadaku di bulan Rajab tidak akan kubiarkan sendirian di dalam kuburnya.


Dari kisah di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa bulan Rajab memiliki keistimewaan yang luar biasa, sebab bulan Rajab adalah salah satu bulan mulia (asyhurul hurum) yang sejajar dengan bulan Muharram, Dzul qa’dah, Dzul hijjah. Sebaiknya diisi dengan memperbanyak amal ibadah; membaca Al-Quran, berpuasa, bersedekah, tahajjud, berbuat baik kepada sesama.


Editor:

Keislaman Terbaru