• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 5 Juli 2022

Keislaman

Nabi Muhammad Menyarankan Berbusana Baru saat Lebaran

Nabi Muhammad Menyarankan Berbusana Baru saat Lebaran
Saat lebaran disarankan mengenakan pakain baru dan terbaik. (Foto: NUOJ/ATt)
Saat lebaran disarankan mengenakan pakain baru dan terbaik. (Foto: NUOJ/ATt)

Sejumlah pertokoan tradisional hingga modern menjadi jujugan kaum Muslimin. Yang diburu tidak lain adalah pakaian baru dan terbaik dalam menyambut hari raya Idul Fitri atau lebaran. Kesibukan melengkapi diri dan keluarga dengan pakaian baru kadang melupakan untuk memeriahkan hari-hari akhir Ramadhan.


Ternyata, kalau mau menelisik lebih jauh, maka terdapat hadits, atsar, dan ijtihad ulama yang menganjurkan berburu pakaian baru tersebut. Salah satunya adalah hadits berikut:


عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِى الْعِيدَيْنِ أَنْ نَلْبِسَ أَجْوَدَ مَا نَجِدُ 


Artinya: Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali RA, ia berkata: Rasulullah SAW telah memerintahkan kami pada dua hari raya agar memakai pakaian terbaik yang kami temukan. (HR Al-Baihaqi dan Al-Hakim).


Hadits lain menceritakan sahabat Ibnu Umar RA yang mengenakan pakaian bagus di hari raya: 


عَنْ نَافِعٍ : أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَلْبَسُ فِى الْعِيدَيْنِ أَحْسَنَ ثِيَابِهِ


Artinya: Diriwayatkan dari Nafi’ bahwa Ibnu Umar RA memakai baju terbaiknya di dua hari raya. (HR Al-Baihaqi dan Ibnu Abid Dunya dengan sanad shahih).


قَالَ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى ... فَأُحِبُّ في الْعِيدَيْنِ أَنْ يَخْرُجَ بِأَحْسَنَ ما يَجِدُ من الثِّيَابِ 


Artinya: Imam As-Syafi’i rahimahullahu ta’ala berkata: … maka aku senang dalam dua hari raya orang hendaknya ke luar dengan baju terbaik yang ia temukan. (Lihat: Muhammad bin Idris as-Syafi’i, Al-Umm, [Beirut, Darul Ma’rifah: 1393 H], juz I, halaman: 248).


Kemudian hadits, atsar, dan ijtihad ulama yang menganjurkan memakai baju terbaik pada hari raya ini dimaknai sebagai anjuran untuk memakai baju baru sebagaimana dikatakan oleh pakar fiqih Maliki Syekh Ahmad bin Ghunaim an-Nafrawi (wafat 1126 H/1714 M) dengan mengatakan: Yang dimaksud dengan ‘baju baik’ (yang disunahkan) dalam hari raya adalah baju baru, meskipun berwarna hitam. (Lihat: Ahmad bin Ghunaim An-Nafrawi, Al-Fawakihud Dawani, [Tanpa keterangan tempat, Maktabah Ats-Tsaqafah Ad-Diniyyah: tanpa keterangan tahun], juz II, halaman: 651).


Tiga Hikmah


Lalu apa hikmah di balik anjuran memakai baju baru pada saat hari raya? Setidaknya ada tiga hal:


1. Sebagai wujud syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan. 


2. Untuk mengagungkan hari raya.


3. Untuk mengagungkan malaikat yang hadir (di sekeliling manusia) pada hari raya.


Ulama menjelaskan: 


وَمِنْ مَظَاهِرِ الشُّكْرِ لُبْسُ أَحْسَنِ الثِّيَابِ يَوْمَ الْفِطْرِ


Artinya: Dan di antara ekspresi syukur (kepada Allah) adalah memakai pakaian terbaik pada hari raya Idul Fitri. (Lihat: Muhammad Thahir bin ‘Asyur, At-Tahrir wat Tanwir, [Tunis: Darut Tunisiyyah: tanpa catatan tahun], juz II, halaman: 177).


Abu Sa’id al-Khadimi mengatakan sebagai berikut: 


إنَّمَا هُوَ لِتَعْظِيمِ تِلْكَ الْأَوْقَاتِ لَا لِتَحْسِينِ مَنْظَرِ النَّاسِ، أَوْ لِتَعْظِيمِ الْمَلَائِكَةِ الْحَاضِرِينَ فِي تِلْكَ الْأَوْقَاتِ.


Artinya: Anjuran memakai baju bagus pada hari Jumat dan hari raya niscaya untuk mengagungkan waktu-waktu tersebut, bukan agar telihat baik dalam pandangan manusia; atau untuk mengagungkan malaikat yang hadir (di sekeliling manusia) pada waktu-waktu tersebut. (Lihat: Abu Sa’id Al-Khadimi, Bariqah Mahmadiyyah, juz II, halaman: 440).

  

Demikianlah 3 hikmah dianjurkannya memakai baju baru di hari raya yang selayaknya dijaga dan diperhatikan, bukan karena alasan untuk pamer dan gagah-gagahan di hadapan orang. Wallahu a’lam.


Keislaman Terbaru