• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Keislaman

Ternyata Burung Ini Penyebab Khalifah Umar Diampuni Dosanya

Ternyata Burung Ini Penyebab Khalifah Umar Diampuni Dosanya
Bocah cilik memberi makan burung (Foto:NOJ/Westend61)
Bocah cilik memberi makan burung (Foto:NOJ/Westend61)


Khalifah Umar bin al-Khattab atau bernama lengkap Umar bin Al-Khattab bin Nufail Al-Quraisy adalah salah satu sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Ia memiliki karakter tegas, pemberani, disegani kawan dan ditakuti oleh lawan. Konon, Setan dan Jin memilih menghindari jalan yang biasa dilalui oleh Umar karena takut berpapasan dengannya.
 

Dikisahkan bahwa Umar bin Khattab saat menjadi khalifah berjalan kaki melintasi gang kecil untuk melihat situasi dan kondisi rakyat Madinah. Tiba-tiba ia melihat seorang bocah kecil yang sedang asik mempermainkan burung pipit yang tak berdaya.
 

Merasa iba, Umar mendatangi si bocah kecil untuk membeli burung pipit yang dipermainkannya itu, kemudian Umar bin Khattab melepaskannya terbang ke angkasa. Selang beberapa waktu kemudian Umar bin Khattab tutup usia dan menyisakan kedukaan yang mendalam. Namun ada sebuah kejadian menarik seperti yang telah diabadikan dalam kitab Usfuriyah sebagai berikut:
 

فَلَمَّا تُوفِّيَ عُمَرُ رضي الله تعالى عنه رَآهُ الجُمْهُورُ فى المَنَامِ فَسَألُوْهُ عن حَالِهِ فَقَالُوْا مَا فَعَلَ اللهُ بِكَ قال غَفَرَ لِي وَتَجَاوَزَ عَنِّي
 

Artinya: Ketika Umar bin Khattab wafat, banyak kalangan sahabat yang bermimpi melihat Umar, lantas mereka menanyakan keadaannya: Apa yang Allah lakukan kepadamu?, Umar menjawab: Allah telah mengampuniku dan memaafkanku.
 

قَالُوْا بِأَيِّ شَيْءٍ؟ بِجُودِكَ أوبِعَدْلِكَ أوبِزُهْدِكَ؟
 

Mereka kembali bertanya: dengan (amalan) apa? kedermawanan, keadilan atau kezuhudanmu?


قَال لَمَّا وَضَعْتُمُوْنِي فِى القَبْرِ وَسَتَرْتُمُوْنِي بِالتُّرابِ وَتَرَكْتُمُونِي وَحِيْدًا فَدَخَلَ عَلَيَّ مَلَكَانِ مهِيْبَانِ طَارَ عَقْلِي وَارْتَعَدَتْ مَفَاصِلِيْ مِنْ هَيْبَتِهِما وَأخَذانِي وَأَجْلسَانِي وَأرادَا أنْ يَسْألَانِي فَسَمِعْتُ نِدَاءً مِنَ الهَاتِفِ اُتْرُكَا عَبْدِي وَلَا تَخوفَاه فَإني رَحِمْتُهُ وَتَجَاوزْتُ عنهُ لأنهُ رَحِمَ عُصْفُورًا فى الدنيا فَرَحمْتُهُ في العُقْبى
 

Umar menjawab: Ketika kalian meletakkanku di dalam kubur, memendamku dengan tanah dan meninggalkanku sendirian, lalu masuklah dua malaikat berwibawa mendatangiku, hingga membuat akalku tak bisa berfikir dan persendianku gemetar karena kewibawaannya, kedua malaikat itu membawaku, mendudukkanku dan hendak menanyaiku, tiba-tiba aku mendengar suara yang berkata: “tinggalkan hambaku dan jangan kalian menakutinya karena Aku menyayanginya dan memaafkannya karena dia telah menyayangi seekor burung pipit di dunia maka Aku menyayanginya di akhirat.
 

Perlu diketahui, bahwa apa yang terjadi pada sahabat Umar bin Khattab adalah akumulasi dari perbuatan baik yang telah ia lakukan sebelumnya, seperti dermawan, adil, zuhud yang kemudian membentuknya sebagai sosok yang penuh kasih sayang terhadap burung pipit, makhluk kecil yang tertindas.
 

Ada sebuah hadits populer dari Sunan Tirmidzi, Abu Dawud, Musnad Ahmad dan Musannaf Abi Syaibah yang menjadi rujukan terkait kasih sayang yang dilakukan oleh Umar bin Khattab dalam kisah di atas yang diriwayatkan Abdullah bin Umar:
 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ الرَّحِمُ شُجْنَةٌ مِنْ الرَّحْمَنِ فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعَهُ اللَّهُ
 

Artinya: Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, Rasulullah bersabda: Orang-orang yang pengasih akan dikasihi Allah Sang Maha Pengasih, Kasihilah siapapun di bumi maka yang di langit akan mengasihimu. Lafal al-Rahim tercetak dari al-Rahman, yang artinya barangsiapa yang menyambung tali silaturrahmi, maka Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya), dan barangsiapa yang memutus tali silaturrahmi maka Allah akan memutusnya.
 

Dalam beberapa kitab syarah dijelaskan bahwa maksud dari “man fil Ardli” dalam hadits tersebut adalah seluruh makhluk yang ada di bumi, seperti manusia, binatang, dan lain sebagainya. Sedangkan “man fi al-sama’” adalah Allah yang Maha Pengasih.
 

Hikmah yang bisa dipetik dari kisah Umar bin Khattab ini menjadi pelajaran bagi kita semua akan pentingnya menyayangi sesama makhluk, khususnya mereka yang kecil, terkucil, minoritas dan tertindas. Mengingat masih banyak pemimpin, penguasa yang semena-mena terhadap rakyatnya.
 

Dari kisah Umar pula kita belajar bagaimana menjadi pemimpin yang adil, dermawan dan zuhud, namun tetap rendah hati (tawadu’). Bahkan setelah mengemban tugas sebagai khalifah, Umar menyalurkan seluruh hartanya untuk kemaslahatan umat Islam.


Editor:

Keislaman Terbaru