• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Keislaman

Tidak Memilliki Kelebihan Rejeki, Bagaimana Cara Bersedekah di Hari Asyura?

Tidak Memilliki Kelebihan Rejeki, Bagaimana Cara Bersedekah di Hari Asyura?
Menambah uang belanja kepada keluarga termasuk kesunnahan Asyura (Foto:NOJ/antaranews)
Menambah uang belanja kepada keluarga termasuk kesunnahan Asyura (Foto:NOJ/antaranews)

Asyura atau 10 Muharram dikenal memiliki banyak keistimewaan, sehingga banyak masyarakat meningkatkan amal ibadahnya dengan berpuasa, shalat sunnah mutlak, membaca shalawat, menyantuni anak yatim, bersedekah, melapangkan rejeki untuk keluarganya.


Berkaitan dengan melapangkan rejeki keluarga di hari Asyura, berikut dalilnya:


عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قالَ: مَن وسَّعَ عَلى عِيالِهِ يَوْمَ عاشُوراءَ لَمْ يَزَلْ فِي سَعَةٍ سائِرَ سَنَتِهِ


Artinya: Diriwayatkan dari Alqamah, dari Abdullah dari Nabi, beliau bersabda: Barangsiapa memberi kelapangan rejeki (nafkah) bagi keluarganya pada hari Asyura, maka ia takkan kesulitan di waktu lain sepanjang tahun itu. (HR. Thabrani)


Syaikh Nawawi Banten dalam Nihayatuz Zain, 196 berkata:


ﻭﻗﺪ ﻭﺭﺩﺕ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻓﻲ اﻟﺼﻮﻡ ﻭاﻟﺘﻮﺳﻌﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﻌﻴﺎﻝ ﻭﺃﻣﺎ ﻏﻴﺮﻫﻤﺎ ﻓﻠﻢ ﻳﺮﺩ ﻓﻲ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ


Artinya: Hadits-hadits (berupa anjuran di hari Asyura) itu berkenaan dengan puasa dan melapangkan rejeki untuk keluarga. Selain dua hal tersebut tidak terdapat dalam hadis


Dalam kitab I’anah Talibin disebutkan:


قال العلامة الأجهوري: ولقد سألت بعض أئمة الحديث والفقه عن الكحل وطبخ الحبوب ولبس الجديد وإظهار السرور، فقال: لم يرد فيه حديث صحيح عن النبي


Artinya: Al-Ajhuri berkata, aku telah bertanya kepada sebagian ulama hadis dan fikih terkait memakai celak, memasak, pakaian baru dan menampakkan kegembiraan di hari Asyura. Ia berkata, tidak ada hadits sahih tentang hal itu.


وحاصله أن ما ورد من فعل عشر خصال يوم عاشوراء لم يصح فيها إلا حديث الصيام والتوسعة على العيال، وأما باقي الخصال الثمانية: فمنها ما هو ضعيف، ومنها ما هو منكر موضوع


Kesimpulannya adalah dari 10 perkara yang dilakukan pada hari Asyura itu tidak bersumber kepada hadits sahih, kecuali hadits puasa Asyura dan melapangkan rejeki kepada keluarga. Adapun 8 perkara lainnya ada yang berdasar kepada hadits dlaif dan ada yang berdasarkan hadits munkar lagi palsu. (I’anatut Thalibin, 2/301)


Memang redaksi hadits berkaitan dengan amalan di atas diperselisihkan kesahihannya oleh beberapa ulama, namun As-Suyuthi dan Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa karena begitu banyaknya jalur periwayatan hadits ini, maka derajat hadits ini menjadi hasan. Bahkan Syeikh Zainuddin Al-Iraqi dan Ibnu Nashiruddin mensahihkannya, sehingga boleh diamalkan. 


Khusus terkait melapangkan rejeki untuk keluarga di hari Asyura, para ulama empat madzhab sepakat akan kesunnahannya, berikut redaksinya:


وأما كلام أهل العلم في المسألة فقد اتفقت المذاهب الأربعة على استحباب التوسعة على الأهل في يوم عاشوراء، قال الصاوي المالكي في حاشيته على الشرح الصغير: ويندب في عاشوراء التوسعة على الأهل والأقارب. انتهى


Lantas bagaimana bila ada seseorang yang tidak memiliki kelebihan rejeki sehingga tidak bisa bersedekah di hari Asyura? Syeikh Sulaiman Al-Jamal berkata :

 
ويستحب فيه التوسعة على العيال والأقارب، والتصدق على الفقراء والمساكين من غير تكلف فإن لم يجد شيئاً فليوسع خلقه ويكف عن ظلمه. انتهى


Artinya: Disunnahkan melapangkan rejeki kepada keluarga, kerabat dan bersedekah kepada fakir miskin tanpa memaksakan diri. Namun jika ia tidak memiliki apa-apa untuk itu, maka hendaklah ia melapangkan (memperbanyak) perilaku baiknya dan menahan diri dari berbuat dzalim. (Hasyiyah Al-Jamal)


Dengan demikian, melapangkan rejeki seperti melebihkan uang belanja kepada keluarga itu disunnahkan bagi mereka yang memiliki kelebihan harta. Sedangkan bagi mereka yang tidak memiliki kelebihan harta juga disunnahkan dengan cara melapangkan (memperbanyak) perilaku baik dan tidak berbuat dzalim. Ini termasuk sedekah.


Editor:

Keislaman Terbaru