• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Madura

Fahmi Tauhedy, Pemuda Sumenep Pasarkan Keris hingga Mancanegara

Fahmi Tauhedy, Pemuda Sumenep Pasarkan Keris hingga Mancanegara
Fahmi Tauhedy, pemuda asal Kabupaten Sumenep kembangkan usaha keris hingga mancanegara. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)
Fahmi Tauhedy, pemuda asal Kabupaten Sumenep kembangkan usaha keris hingga mancanegara. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)

Sumenep, NU Online Jatim

Fahmi Tauhedy, pemuda asal Desa Aengbaja Raja, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, sukses kembangkan usaha keris hingga mancanegara. Selain peluang bisnis, usaha keris juga bagian dari mengenalkan pusaka warisan Nusantara, khususnya Kabupaten Sumenep yang familiar dengan Kota Keris.

 

Fahmi mengaku, bahwa motivasi awal dirinya membuka bisnis jual beli keris sebagai upaya merawat dan melestarikan budaya bangsa Indonesia. Sejak itu, ia pun memutuskan usaha keris tersebut dengan memanfaatkan dunia digital yang semakin pesat.

 

"Motivasi awalnya untuk membuka peluang bisnis di era digital. Khususnya di aspek pelestarian budaya keris Nusantara, sekaligus mengenalkan keris ke berbagai dunia," kata Fahmi kepada NU Online Jatim, Selasa (08/02/2022).

 

Melalui platform di berbagai sosial media, lanjut Fahmi, usaha kerisnya sukses bersaing di dalam negeri. Tak cukup itu, usaha yang digelutinya tersebut bisa tembus ke pasar luar negeri di kawasan Asia Tenggara.

 

"Pasarnya ke berbagai negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, dan Singapura. Tapi yang sering ke Malaysia dan Singapura," ujar alumni Pesantren Al-'Ulya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep itu.

 

Toko milik Fahmi yang Bernama Lintang Galeri Keris Nusantara (LGKN) menyediakan banyak varian keris yang beragam, mulai keris asli Kabupaten Sumenep hingga dari berbagai daerah di Indonesia. Keris tersebut dipatok dengan harga yang beragam, mulai Rp500 ribu hingga Rp80 juta.

 

"Omsetnya per bulan mencapai ratusan juta. Kalau pesanan banyak kadang tembus miliaran," ucapnya.

 

Jebolan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini pun mengajak pemuda lainnya untuk berwirausaha sedini mungkin. Menurutnya, banyak usaha yang bisa dikembangkan dan kunci sukses dari usaha itu adalah usaha yang halal.

  

"Setiap orang punya jatah gagal. Habiskan jatah itu, mulailah usaha apa saja yang penting halal," pungkasnya.


Madura Terbaru