• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Madura

Kiai Nasih Ajak Masyarakat Implementasikan Pemikiran Syaikhona Cholil

Kiai Nasih Ajak Masyarakat Implementasikan Pemikiran Syaikhona Cholil
RKH Muhammad Nasih Aschal. (Foto: NOJ/Sa'dullah)
RKH Muhammad Nasih Aschal. (Foto: NOJ/Sa'dullah)

Bangkalan, NU Online Jatim

Ketua Alumni Santri dan Simpatisan Pondok Pesantren Syaikhona Moh Cholil, RKH Muhammad Nasih Aschal mengajak alumni pesantren dan masyarakat untuk mengimplementasikan pemikiran Syaichona Cholil. Ajakan tersebut ia sampaikan dalam acara Musyawarah Besar (Mubes) ke-2 Asschol di PP Syaikhona Moh Cholil Bangkalan, Ahad (25/09/2022).

 

“Syaikhona Muhammad Cholil adalah salah satu peletak dasar nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan terbuka. Hari ini pemikiran besar Syaikhona Muhammad Cholil sangat relevan dengan moderasi beragama. Tentang bagaimana harmoni dibentuk dengan perbedaan dan keragaman. Senyawa dengan apa yang kita perjuangkan dalam kehidupan beragama saat ini,” kata Kiai Nasih.

 

Menurutnya, apabila pemikiran besar Syaikhona Muhammad Cholil diimplementasikan dengan baik, akan menjadi solusi untuk mengatasi fenomena dan persoalan bangsa Indonesia saat ini. Seperti masalah intoleransi, kerumitan politik beragama dan monopoli kebenaran.

 

“Oleh karena itu, ini menjad kewajiban kita sebagai alumni dan masyarakat untuk melestarikan pemikiran besar Syaikhona Muhammad Cholil, menebarkan nilai-nilai islam yang moderat dan menciptakan harmoni kehidupan yang berlandaskan keberagaman sebagaimana yang telah diperjuangkan syaichona cholil,” tutur Kiai Nasih.

 

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Bangkalan itu menjelaskan, pemikiran dan gagasan Syaikhona Muhammad Cholil telah berkontribusi besar bagi pondok pesantren dan pendidikan Islam di Indonesia. Selain itu, juga inisiator nasionalisme di kalangan pesantren, salah satu peletak dasar nilai-nilai Islam moderat di Indonesia, guru para alim ulama dan para pahlawan nasional serta penentu lahirnya jam’iyah Nadhlatul Ulama.

 

“Sekiranya sangat pantas untuk beliau dianugerahi sebagai bapak santri dan pejuang pendidikan Islam serta pahlawan nasional,” jelasnya.

 

Diketahui, acara Mubes 2 Asschol yang diadakan 5 tahun sekali ini mengangkat tema “Melestarikan Warisan Syaichona Muhammad Cholil untuk Peradaban Bangsa”. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Menteri Agama RI, Menko Polhukam RI dan Kadensus 88 Polri.


Madura Terbaru