• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Madura

Pesantren Syaikhona Kholil Umumkan Pengasuh dan Majelis Keluarga

Pesantren Syaikhona Kholil Umumkan Pengasuh dan Majelis Keluarga
Pengumuman Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Kholil dan Majelis Keluarga. (Foto: Tangkapan Layar Youtube @Syaichona TV)
Pengumuman Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Kholil dan Majelis Keluarga. (Foto: Tangkapan Layar Youtube @Syaichona TV)

Bangkalan, NU Online Jatim
Khadim Ma’had atau Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Moh Kholil Bangkalan resmi diumumkan untuk masyarakat luas. Ia adalah RKH Fahruddin Aschal dengan menggantikan almarhum RKH Fakhrillah Aschal. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum pesantren setempat, RKH Muhammad Nasih Aschal pada tayangan di kanal Youtube Syaichona TV, Sabtu (04/05/2022).


“Setelah Kiai Fakhrillah wafat, maka diteruskan oleh Kiai Fahruddin Aschal mengasuh dan mengurus pondok pesantren. Beliau sebelumnya adalah kepala madrasah di pesantren ini dan sekarang digantikan oleh Lora Ismail Al-Ascholy,” kata Kiai Nasih.


Dalam hal pergantian Khadim Ma’had ini, Kiai Fahrud akan melanjutkan kegiatan rutinitas pengasuh pondok pesantren sebelumnya, baik dalam hal pesantren maupun kemasyarakatan. Sementara untuk kegiatan shalawatan yang rutin diadakan masyarakat bersama almarhum Kiai Fakhri, akan digantikan oleh menantunya, yakni Lora Muhammad putra KH Thoifur Ali Wafa.


“Di sini juga ada Lora Muhammad menantu dari Kiai Fakhri, beliau yang akan meneruskan rutinan-rutinan shalawatan, termasuk juga rutinan ngaji kitab. Pokoknya kalau terkait ilmu tidak usah khawatir, banyak di sini. Cuma yang dijelaskan di sini tidak sekedar ilmu, bahwa di Pondok Demangan (nama lain Pesantren Syaikhona Moh Kholil) ini juga tentang kekeramatannya,” ujar Kiai Nasih.


Sementara itu RKH Karror Abdullah Schal menyampaikan adanya istilah Majelis Keluarga di dalam pondok pesantren paninggalan Syaikhona Moh Kholil yang dikenal keramat tersebut.


“Jadi, adanya Majelis Keluarga di Pondok Pesantren Syaikhona Kholil terdiri dari Bani Abdullah Schal, dan ternyata ini keinginan terakhir dari almarhum Kiai Fakhrillah Aschal pada tanggal 1 Syawal 1443 Hijriyah lalu,” jelas Kiai Karror.


Tokoh pesilat NU tersebut menjelaskan, bahwa sebelumnya ia bertemu familinya yang bercerita kepada Kiai Karror bahwa waktu Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah ia bertemu dengan almarhum Kiai Fakhri. Pada waktu bertemu tersebut Kiai Fakhri mengutarakan keinginannya untuk membentuk Majelis Keluarga di Pondok Pesantren Syaikhona Moh Kholil.


“Saya aslinya sangat ingin di Pondok Demangan  ini ada anggota majelis keluarga agar pesantren ini tidak dipegang pengasuh sendirian,” ditirukan Kiai Karror sebagaimana disampaikan almarhum Kiai Fakhri kala itu.


Dijelaskan, Majelis Keluarga ini terdiri dari lima tokoh pondok pesantren. Meliputi, RKH Fahruddin Aschal sebagai Khadim Ma’had sekaligus menjadi Ketua Majelis Keluarga, Katib Majelis Keluarga RKH Muhammad Nasih Aschal, serta tiga anggota lainnya yakni, Nyai Hj Mutmainnah Aschal, RKH Karror Abdullah Schal, dan Lora Ismail Al-Ascholy.


Pembentukan secara struktural Majelis Keluarga ini didasari adanya keinginan keluarga agar bersinergi dalam mengabdi, berbakti dan mengembangkan pondok pesantren. Terlebih peninggalan Syaikhona Kholil dan tokoh pesantren terdahulu yang perlu dijaga dan dilestarikan.


Selain itu, Kiai Karror pun berharap para alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Syaikhona Kholil tetap istiqamah mengabdi kepada pesantren.


“Jangan sampai kemana-mana dari Pondok Demangan. Semua yang sudah dilakukan oleh almarhum Kiai Fakhri tidak akan putus di sini, tapi terus lanjut hatta ila yaumil qiyamah. Semoga barokah, amin ya robbal alamin,” pungkasnya.


Madura Terbaru