• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Madura

Kiai Pandji: Tidak Boleh Sejengkalpun Tanah Sumenep Diganggu Kelompok Anti NKRI

Kiai Pandji: Tidak Boleh Sejengkalpun Tanah Sumenep Diganggu Kelompok Anti NKRI
KH A Pandji Taufiq, Ketua PCNU Sumenep saat sambutan pada acara Kirab Pasukan Sambut 1 Abad NU. (Foto: NOJ/Deki)
KH A Pandji Taufiq, Ketua PCNU Sumenep saat sambutan pada acara Kirab Pasukan Sambut 1 Abad NU. (Foto: NOJ/Deki)

Sumenep, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep gelar Kirab Pasukan menyambut 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Acara ini diikuti oleh Sako Ma'arif, Corp Brigade Pembangunan (CBP), Persatuan Silat (PS) Pagar Nusa, Barisan Ansor Serba Guna (Banser) se-Kabupaten Sumenep dan dipusatkan di lapangan Desa Glugur, Kecamatan Batuan, Ahad (25/09/2022). 

 

Menurut KH A Pandji Taufiq, Ketua PCNU Sumenep, apel kirab pasukan 1 abad NU sengaja di tempatkan di Ranting Glugur sebagai upaya menjaga amaliyah NU dari rongrongan kelompok-kelompok yang tidak berpaham Ahlussunah Wal Jamaah. Menurutnya, ranting sebagai representasi kekuatan Jam'iyah. Ia berharap, tidak sejengkalpun tanah Sumenep di ganggu oleh kelompok yang ingin mengubah tatanan NKRI.

 

"Kegiatan ini sengaja di tempatkan di ranting, bahkan nanti di anak ranting. Karena kami tidak ingin sejengkal tanah pun di ganggu oleh kelompok lain yang ingin merubah tatanan NKRI yang sudah final. Untuk itu kami atas nama PCNU Sumenep mengajak semua komponen di lingkungan NU untuk bersatu mendorong kegiatan NU tidak berpusat di keramaian tapi harus hadir di kampung-kampung," tegas Kiai Pandji.

 

Ke depan, Kiai Pandji mendorong kegiatan NU tidak hanya bernuansa seremonial. Ia meminta seluruh komponen baik lembaga, Badan Otonom (Banom), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) hingga ranting NU terus berupaya mengadakan kegiatan yang bermakna nyata bagi masyarakat.

 

"Ini kemudian yang kita akan persembahkan kepada NU di usia 1 abad. Bahkan kehadiran NU tidak boleh hanya bersifat seremonial, mari kita hadirkan dengan kegiatan yang benar bermakna nyata di tengah masyarakat. Bahkan di ranting pun kita mengupayakan pelayanan kesehatan. warga NU tidak boleh sakit. Kita ingin masyarakat sehat jasmani dan rohani dalam mengongsong 1 abad, sehingga melahirkan generasi yang dapat terus menerus menperjuang visi dan misi NU," terangnya. 

 

Kiai Pandji meminta, semua pasukan apel dapat terus bersatu dan menjadi pelopor pasukan keadaban. Menurutnya, jiwa santri harus terus ditanamkan dalam mengiringi perjuangan para muassis NU dan berharap dapat aliran barokah sehingga tidak hanya bersama di dunia tetapi juga di akhirat.

 

"Terima kasih kepada semua pasukan, kalian tidak disuruh berperang. Tapi kalian harus menjadi pelopor pasukan keadaban. Kalian semua adalah santri, santrinya KH Hasyim Asy'ari. Janji beliau 'siapa yang mau mengurus NU saya anggap santriku dan santriku saya doakan Husnul khatimah beserta keluarganya'," pungkasnya. 


Madura Terbaru