• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 30 Januari 2023

Madura

Kuatkan Kemandirian Ekonomi, IPPNU di Sampang Jual Produk Kreatif

Kuatkan Kemandirian Ekonomi, IPPNU di Sampang Jual Produk Kreatif
Beragam produk PAC IPNU-IPPNU Tambelengan Kabupaten Sampang. (Foto: NOJ/ Firdausi).
Beragam produk PAC IPNU-IPPNU Tambelengan Kabupaten Sampang. (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sampang, NU Online Jatim
Banyak cara yang dilakukan untuk mengangkat kemandirian ekonomi Nahdliyin. Embrio tersebut tertular pada pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Tambelengan, Kabupaten Sampang. Yakni menjual aneka produk untuk kemandirian organisasi.

 

Ketua PAC IPPNU Tambelengan, Nur Hasanah mengutarakan, produk yang dibuat oleh anggotanya dijual di berbagai platform.

 

"Awalnya kami menjual makanan ringan berupa kerupuk khas Tambelangan dengan harga Rp. 2.500 hingga Rp. 5.000 sesuai kemasan," tuturnya saat dimintai keterangan, Rabu (04/08/2021) di sekretariatnya.

 

Bahan baku dari produk kelas bawah tersebut, mengambil dari hasil tani orang tua kader. Modal awalnya meminjam dana pribadi Koordinator Departemen Kewirausahaan IPPNU setempat, sekitar Rp. 100.000.

 

"Uang itu kami belanjakan untuk membeli minyak goreng, bumbu, plastik, dan sebagainya," imbuhnya.

 

Alumni Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Sampang itu bersyukur. Sebab dagangannya laku dan memberi omzet pada kas organisasi.

 

"Dari hasil penjualan tersebut, kami bisa balik modal dan punya hasil secara berkelanjutan. Demi mengembangkan usaha ini, kami menambah beberap produk sendiri, yaitu aksesoris bros dan tasbih digital, boreh pengharum badan, dan garam," ungkapnya.

 

Tak sampai di situ, bros yang mereka jual harganya bermacam-macam. Mulai dari Rp. 10.000 hingga Rp. 15.000, tasbih digital hias Rp. 25.000, dan satu paket garam berisi 3 barang Rp. 7.000.

 

"Perlu diketahui, aksesoris yang kami jual merupakan hasil kreasi kader, seperti tasbih digital hias. Sedangkan bros, kami ambil dari olshop dengan harga grosir. Ada pula yang kulakan ke Surabaya," ulasnya.

 

Nora sapaannya, menegaskan, seluruh hasil penjualan dijadikan pengembangan kewirausahaan. Juga masuk pada kas organisasi untuk biaya operasional jika sewaktu-waktu ada kegiatan.

 

"Untuk saat ini kami sedang fokus mengumpulkan dana untuk menyumbang pada wakaf pembelian tanah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tambelangan. Semuanya kami lakukan bersama PAC Fatayat NU untuk menjual secara online," tambahnya.

 

Tak hanya itu, respon dari pembeli yang ia ketahui, harganya terjangkau dan memiliki kualitas baik atau tidak kalah sama pasaran.

 

 

"Berhubung kami bagian dari Badan Otonom NU, kami tidak mengambil lamba terlalu banyak dalam setiap produk. Meskipun hasilnya sedikit, yang penting lancar. Bagi kami, walaupun hasilnya kecil, itu lebih baik bagi kami, daripada banyak, tapi jarang bahkan bisa jadi mandek," pungkasnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Madura Terbaru