• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 24 Juni 2024

Madura

Ning Margaret Sebut Dua Isu yang Diprioritaskan Fatayat NU

Ning Margaret Sebut Dua Isu yang Diprioritaskan Fatayat NU
Nyai Hj Margaret Aliyatul Maimunah, Ketum PP Fatayat NU pada acara Upgrading Kapabilitas dan Peran Perempuan NU Menuju Kebangkitan Baru, Jum’at (20/01/2023). (Foto: NOJ/Firdausi)
Nyai Hj Margaret Aliyatul Maimunah, Ketum PP Fatayat NU pada acara Upgrading Kapabilitas dan Peran Perempuan NU Menuju Kebangkitan Baru, Jum’at (20/01/2023). (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Nyai Hj Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU mengatakan, isu yang diangkat di periode kali ini adalah pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Pernyataan ini disampaikan pada acara Upgrading Kapabilitas dan Peran Perempuan NU Menuju Kebangkitan Baru, Jum’at (20/01/2023).

 

“Problem kekerasan dan pelecehan seksual tidak hanya menimpa pada anak di sekolah, namun terkadang terjadi di pesantren. Fatayat NU tidak boleh abai. Semakin meningkat, maka sosialisasikan ramah anak yang berkaitan dengan upaya pencegahan seksual,” harapnya pada seluruh perempuan NU se-Madura yang berkumpul di gedung Islamic Centre Batuan, Sumenep.

 

Dijelaskan, masing-masing daerah memiliki perlindungan anak yang berbeda. Oleh karenanya, jangan membuat program copy paste. Ia mengimbau agar membuat program berdasarkan problem yang di daerah dan berkaitan dengan perempuan dan anak. Jika direalisasikan, maka kehadiran Fatayat NU benar-benar dirasakan masyarakat.

 

Disebutkan oleh Ning Margaret, tantangan selanjutnya di abad kedua adalah problem internal organisasi. Alumni Pondok Pesantren Denanyar Jombang ini mengimbau untuk menjadikan organisasi yang nyaman dan aman yang berlandaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, memiliki nilai kekeluargaan, menjadi sumber pengetahuan dan kebutuhan kader.

 

“Perbedaan pandangan pasti ada. Luruskan niat, kuatakan struktur dan sistem kaderisasi. Ingat, setiap Pimpinan Cabang (PC) wajb lulus Latihan Kader Dasar (LKD). Pusat dan Pimpinan Wilayah (PW) wajib lulus Latihan Kader Lanjutan (LKL). Bagi yang mau mencalonkan diri jadi ketua, maka wajib lulus Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN). Jenjang kaderisasi ini adalah ruh organisasi,” terang cicit KH Bisri Syansuri itu.

 

Menurutnya, kader yang memakai seragam hijau harus tahu visi misi organisasi. Jangan sampai organisasi digerakkan oleh pengurus yang belum menempuh kaderisasi. Karena kaderisasi adalah prioritas agenda organisasi.

 

Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu mengingatkan bahwa di dalam diri kader tertempel citra organisasi. Ning Margaret meminta agar tidak meninggalkan nilai-nilai tersebut. Karena masyarakat memandang seorang pemudi NU memiliki nilai-nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupannya.

 

“Merealisasikan nilai tersebut, tidak hanya di organisasi, tapi ketika di tempat kerja, rumah, dan masyarakat. Jangan berkhidmat setengah-setengah. Jalankanlah khidmah sepenuh hati,” tandasnya.

 

Diketahui, acara ini merupakan Resepsi Puncak 1 Abad NU yang diselenggarakan oleh PC Fatayat NU Sumenep dan diikuti oleh seluruh perempuan NU se-Madura.


Madura Terbaru