Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

Pegang Teguh Budaya Santri, Nyai Hani'ah Terpilih Dekan UTM

Pegang Teguh Budaya Santri, Nyai Hani'ah Terpilih Dekan UTM
Nyai Hani'ah, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UTM. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)
Nyai Hani'ah, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UTM. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus Shadiqin)

Sumenep, NU Online Jatim

Nyai Hani'ah terpilih jadi Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Trunojoyo Madura. Sebagai perempuan yang dilahirkan dari keluarga pesantren, ia banyak memegang teguh ajaran-ajaran agama dan budaya santri dalam kehidupan sehari-hari. 

 

"Bagi saya, kejujuran dan berkata benar itu harga mati. Karena segalanya akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Di mana pun berada, pasti ada yang merekam perbuatan kita," kata Nyai Hani'ah, saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Jum'at (19/11/2021).

 

Nyai Hani'ah merupakan salah satu keluarga besar Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep. Ia adalah putri dari KH Abd Muqsith bin KH Muhammad Idris bin KH Muhammad Syarqawi. Sedang dari jalur ibu, ia adalah putri Nyai Khobiroh binti KH Abdullah Sajjad bin KH Muhammad Syarqawi. Kiai Syarqawi adalah pendiri Pesantren Annuqayah. 

 

"Pendidikan saya dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA), dihabiskan di Pesantren Annuqayah," tutur lulusan S3 UNS Surakarta itu.

 

Ke depan, dirinya berkomitmen akan membangun FIP UTM lebih baik. Salah satunya dengan cara meningkatkan integritas dan profesionalitas civitas akademika di lingkungan fakultas. 

 

"Tentunya ini amanah yang berat. Karena di akhirat nanti akan diminta pertanggung jawaban. Saya hanya berdoa, meminta doa kepada ayah saya dan para kiai di Pesantren Annuqayah, semoga saya dibimbing oleh Allah dalam menjalankan amanah ini," ucapnya.

 

Mantan aktivis PMII itu mengatakan, bahwa prestasi terbesar adalah menjadi seorang ibu yang totalitas mengabdi pada keluarga. Namun masih bisa menyelesaikan S3 tepat waktu hingga diberi amanah memimpin fakultas. 

 

Menurutnya, dalam menghadapi tantangan di era industri 5.0, santri akan diberikan tanggung jawab lebih. Santri harus konsisten dengan keilmuannya dan tetap memegang teguh nilai-nilai pesantren yang telah diwariskan para ulama.

 

"Memelihara tradisi terdahulu dan menerima tradisi baru yang baik merupakan prinsip yang harus dipegang teguh oleh kita semua," pungkasnya. 

Terkait

Madura Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini