• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 27 November 2022

Madura

Putusan Bahtsul Masail Bu Nyai Nusantara Jawab Problem Akar Rumput

Putusan Bahtsul Masail Bu Nyai Nusantara Jawab Problem Akar Rumput
Wakil Bupati Sumenep, Ny Hj Dewi Khalifah, saat pembukaan Bahtsul Masail dan Multaqo Bu Nyai Nusantara dan Muslimat NU se-Jatim. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Wakil Bupati Sumenep, Ny Hj Dewi Khalifah, saat pembukaan Bahtsul Masail dan Multaqo Bu Nyai Nusantara dan Muslimat NU se-Jatim. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Wakil Bupati Sumenep, Ny Hj Dewi Khalifah menyatakan, Bahtsul Masail Bu Nyai Nusantara merupakan ajang menggali ilmu pengetahuan dan keagamaan. Tentu, dengan harapan kelak menjadi pegangan ibu-ibu saat berdakwah di tengah-tengah masyarakat dan bermanfaat bagi umat.


Penegasan tersebut ia sampaikan saat membuka kegiatan Bahtsul Masail dan Multaqo Bu Nyai Nusantara dan Muslimat NU se-Jawa Timur, Jum'at (04/03/2022). Kegiatan tersebut dipusatkan di aula Asy-Syarqawi Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.


Ia menyampaikan, salah satu poin yang akan dibahas yakni cuti sebab masa iddah bagi perempuan pekerja. Dirinya mengaku sempat merasakan hal demikian ketika masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun lalu.


“Bayangkan, semestinya menyampaikan visi misi pada masyarakat, terkendala oleh masa iddah. Mungkin, nanti bisa ditambah bahasannya bagi orang-orang yang mencalonkan diri sebagai Kepala Desa, Legislatif, dan sejenisnya," harap Nyai Eva, sapaan akrabnya.


Nyai Eva menambahkan, bahwa hal ini tentu bertujuan agar menjadi pegangan bagi warga Indonesia, serta tidak menjadi fitnah serta peluru untuk mematikan gerak perempuan.


Selain itu, forum ini akan menjadi ajang silaturahim dan berbagi ilmu. Karena para ibu nyai akan memperkaya referensinya guna menjawab permasalahan yang akan dipecahkan bersama-sama.


"Semoga putusan Bahtsul Masail bisa memberikan solusi pada fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat," tutur Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sumenep ini.


Dirinya berharap, kegiatan ini dilaksanakan secara berkesinambungan agar problem aktual yang baru muncul segera dicarikan jalan keluar dalam perspektif Islam dan tidak terjadi kemudharatan.


"Perlu diketahui, anak-anak kita mudah terpengaruh pada media sosial. Masih ada yang percaya pada hoaks dan mengenyampingkan pendapat orang tuanya. Setelah acara ini, mohon dibukukan hasil putusan Bahtsul Masail agar dijadikan rujukan atau buku panduan bagi ibu nyai dalam mendidik anaknya," pungkasnya.
 


Diketahui, sebelum sidang pleno bahtsul masail dimulai, terlebih peserta dibagi menjadi dua komisi guna membahas sejumlah problematika aktual keumatan. Di antara materi yang dibahas, problematika jenis kelamin, batas minimal usia wali nikah, kekosongan rahim hasil USG belum mencukupi sebagai penentu berakhirnya masa iddah, dan lain sebagainya.


Madura Terbaru