• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 7 Juli 2022

Madura

Rahasia Berlimpahnya Anggur dan Semangka saat Maulid Nabi

Rahasia Berlimpahnya Anggur dan Semangka saat Maulid Nabi
R KH Ismail al-Kholili di acara PW Rijalul Ansor Jatim. (Foto: NOJ/Sa'dullah)
R KH Ismail al-Kholili di acara PW Rijalul Ansor Jatim. (Foto: NOJ/Sa'dullah)

Bangkalan, NU Online Jatim

Banyak hal yang menjadi daya tarik umat Islam menanti datangnya bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah aneka buah-buahan yang dihidangkan saat pembacaan shalawat di setiap rumah. 

 

Berbicara tentang buah, R KH Ismail al-Kholili, menyampaikan bahwa dua buah yang sering dihidangkan para ulama. Hal itu disampaikannya pada acara ngaji kitab oleh Pimpinan Wilayah (PW) Rijalul Ansor Jatim, yang diadakan di Pondok Pesantren Madrasatul Qur'an al-Makkiyah, Burneh, Bangkalan, Selasa (05/10/2021).

 

Menurut Kiai Ismail, yang paling banyak dihidangkan oleh para kiai dan ulama dari dulu ada dua yaitu semangka dan anggur. 

 

"Pasti ada. Kalau nggak anggur, ya semangka," kata Kiai Ismail.

 

Dai muda itu kemudian memaparkan alasan banyaknya ulama yang menghidangkan dua buah tersebut. 

 

"Dua buah ini yang paling banyak dihidangkan ada filosofinya, ada cinta di balik itu al-ghinab (anggur) dan al-bitiykh (semangka) termasuk buah-buahan yang paling disukai oleh Rasulullah," jelasnya.

 

Lebih lanjut, kiai yang aktif berdakwa di media sosial itu kemudian menjelaskan orang yang berhasil jadi wali lewat jalur enak. Berbeda dengan thariqahnya Imam Ghazali yang harus memperbanyak sabar agar bisa dekat dengan Allah, juga ulama lain yang jalan wusulnya menuju Allah dengan syukur.

 

Contohnya adalah Habib Ahmad bin Muhammad al-Habsyi yang terkenal banyak makan kurma. Sampai saking banyaknya yang dimakan, biji kurmanya jika dikumpulkan akan sampai ke mata kakinya. Tidak asal makan, Kiai Ismail menyebut, cara Habib Ahmad al-Habsyi memakan 1 buah kurma untuk 2 rakaat.

 

"Banyaknya kurma yang beliau makan bukan seperti kita makan habis itu tidur, makan 1 buah kurma beliau shalat sunah 2 rakaat, makan buah kurma lagi salat 2 rakaat lagi, makan buah kurma lagi shalat 2 rakaat lagi, begitu seterusnya,” jelasnya. 

 

Oleh karena itu ada istilah dari gurunya di Hadramaut untuk makan sebanyak-banyaknya seperti unta. 

 

“Setelah itu jangan lupa beribadah seperti para wali untuk seperti para kekasih Allah,” pungkasnya.

 

Penulis: Sa'dullah


 


Editor:

Madura Terbaru