• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 28 Juni 2022

Malang Raya

HPN 2021, Dirut TV9 Ungkapkan Tantangan Insan Pers

HPN 2021, Dirut TV9 Ungkapkan Tantangan Insan Pers
Hakim Jayli, Dirut TV9. (Foto: NOJ/ Machan Jazuli).
Hakim Jayli, Dirut TV9. (Foto: NOJ/ Machan Jazuli).

Malang, NU Online Jatim

Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap tanggal 09 Februari menjadi momen penting bagi insan media untuk refleksi. Setidaknya ada dua poin penting yang perlu menjadi refleksi awak media masa kini.

 

Pertama adalah momen disrupsi yang harus mulai menjadi perhatian penting bagi praktisi media. “Bagaimana terjadinya proses transformasi ke arah digital. Ke arah media sosial, media baru internet. Saya kira berada di dalam pertaruhan apakah bisa memberikan informasi utama bagi masyarakat," kata Hakim Jayli saat ditemui di Universitas Brawijaya Malang, Selasa (09/02/2021). 

 

Direktur Utama (Dirut) TV9 ini menuturkan, informasi sangat penting di dunia pemberitaan harus tetap melalui pengolahan tim redaksi. "Karena kalau tidak, maka pers akan digantikan oleh konten-konten media sosial yang proses produksi beritanya tidak menggunakan newsroom dewan redaksi, yang bikin atas nama popularitas viral semata, saya kira itu," tuturnya.

 

Adapun poin kedua, menurut Hakim, pers secara kelembagaan berhadapan dengan era sulit yaitu Pandemi Covid-19. "Dimana banyak institusi pers, lembaga pers yang terpaksa harus menyesuaikan diri, bahkan harus gulung tikar. Saya kira itu, bahwa momen pers harus tahan dan tetap berjuang demi eksistensi dirinya memberikan informasi terbaik," paparnya.

 

Ia menegaskan, banyak sekali proses penghancuran bangsa ini dimulai dari pengaburan informasi. Pengaburan informasi atau hoaks harus dilawan oleh pers Indonesia.

 

"Dengan cara menyampaikan informasi yang benar, saya kira hoaks adalah musuh kita bersama, musuh insan pers dan ini kita lakukan dengan dua kekuatan. Yang satu kekuatan teknologi yaitu media digital, dan kedua kekuatan kita menjadi referensi utama bagi informasi bagi masyarakat," bebernya.

 

Selain berita hoaks, ada tren berita negatif untuk mendongkrak demi kepentingan pembaca. Pers Indonesia punya kode etik dan  perangkat-perangkat kaidah pers.

 

"Saya kira untuk menghadapi pers negatif, pers kuning, media online yang abal-abal. Jawabannya ya pers kita harus kuat. Justru disitulah visi mulia. Menemukan momentumnya yaitu menghadapi era digital," jelasnya.

 

Bagi Hakim, kedepan transformasi pers harus diperkuat sebagai bentuk menyesuaikan pasar. Dimana kondisi saat ini didominasi kelas menengah.

 

 

"Saya berharap pers Indonesia harus menata dirinya, harus menguatkan dirinya. Transformasi dirinya, menjadi pers yang lebih disukai oleh generasi milenial. Hari ini lebih diikuti pola pikir masyarakat kota, juga kita menyesuaikan daya beli masyarakat Indonesia yang disukai kelas menengah," katanya.

 

Penulis: Madchan Jazuli

Editor: Romza


Editor:

Malang Raya Terbaru