• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 8 Februari 2023

Malang Raya

KH Moensif Nachrowi: NU Backpacker Harus Berperan dalam Kemajuan

KH Moensif Nachrowi: NU Backpacker Harus Berperan dalam Kemajuan
KH Moensif Nachrowi saat Gathering Nasional NU Backpacker ke-2 tahun 2022. (Foto: NOJ/ Pransiska Anggraeni)
KH Moensif Nachrowi saat Gathering Nasional NU Backpacker ke-2 tahun 2022. (Foto: NOJ/ Pransiska Anggraeni)

Malang, NU Online Jatim
Komunitas Nahdlatul Ulama (NU) Backpacker menggelar Gathering Nasional ke-2 tahun 2022. Kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Miftahul Falah, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Sabtu-Ahad (19-20/11/2022).


Dalam kesempatan ini, KH Moensif Nachrowi berpesan agar NU Backpacker berperan dalam kemajuan. Hal itu karena generasi NU harus semakin berkembang. Baik ilmu pengetahuan maupun keterampilan, meliputi agama, pendidikan, ekonomi, serta ilmu politik.


"Maka, dalam hal ini gunakan peluang dan kesempatan baik ini dengan sungguh-sungguh. Sebab, pada era kemajuan teknologi ini harus mengambil langkah yang cepat dan tepat utamanya dalam berkhidmat," ungkapnya.


Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falah, Singosari tersebut menyebutkan, Nahdlatul Ulama adalah organisasi Islam terbesar di dunia. Sebab itu, pemuda NU Backpacker hendaknya menjadi wadah dalam menyelaraskan problematika pemuda Indonesia melalui toleransi, kolaborasi, serta menerapkan tradisi amaliyah NU.


Selain hal ini, lanjut Kiai Moensif, jika IPNU-IPPNU dan PMII mengembangkan tradisi tersebut melalui khidmat dalam organisasi, maka NU Backpacker dapat menerapkannya melalui kegiatan pendakian. Semisal dilengkapi dengan kegiatan religi meliputi ziarah makam ulama, rutinan pembacaan yasin dan tahlil, bakti sosial, serta melakukan upaya dalam melestarikan alam.


"Jadilah Nahdliyin yang bermanfaat, yang senantiasa mencintai NU, rela dan ridha dalam berkhidmat, serta senantiasa menjaga marwah santri dimana pun dan kapan pun," paparnya.


Selaras dengan itu, Koordinator Nasional NU Backpacker Muhammad Hidayatullah menyampaikan, NU Backpacker bukanlah bagian dari lembaga maupun badan otonom (Banom) NU. Menurutnya, NU Backpacker terbentuk dalam sebuah komunitas pemuda yang senantiasa mencintai NU dan rela berkorban atas nama bangsa dan agama.


"Kami terbentuk dari beragam latar belakang, ada yang sudah menjadi aktivis NU, santri, pemuda pecinta alam, anak punk dan masih banyak lagi. Meski lahir dari beragam latar belakang, kami tetap satu tujuan dan satu komando, yakni tetap satu barisan mencintai NU dan siap berkorban atas nama NU dan Indonesia," ungkapnya.


Untuk itu, dirinya mengajak seluruh pemuda NU Backpacker untuk terus memberikan kontribusi serta dedikasi melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat membangun. Salah satunya dengan menjaga kelestarian alam Indonesia.


"Saya berharap komunitas ini semakin berkembang dan lebih baik lagi, serta tetap dalam motto utama kami, yaitu liburan yang bermanfaat sekaligus bernilai ibadah, dan tetap menjadi santri sejati," pungkasnya.


Sekedar informasi, kegiatan yang diikuti oleh 200 peserta ini berisi sejumlah kegiatan. Meliputi, sowan dan ziarah wali, seminar BPJS, forum komunitas, aksi NU Backpacker menjaga lingkungan, orientasi komunitas dan pedoman, hingga forum admin media. Ada pula, forum rekomendasi, pentas budaya, dan dipungkasi dengan penyampaian hasil FGD.


Malang Raya Terbaru