• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Malang Raya

Muhammad Syaiful Bahri, Pemuda NU dengan Segudang Prestasi Tilawah dan Dai

Muhammad Syaiful Bahri, Pemuda NU dengan Segudang Prestasi Tilawah dan Dai
Muhammad Syaiful Bahri, Pemuda NU yang kaya prestasi tilawah dan dai. (Foto: NOJ/ Indra Nurdien Hakim).
Muhammad Syaiful Bahri, Pemuda NU yang kaya prestasi tilawah dan dai. (Foto: NOJ/ Indra Nurdien Hakim).

Malang, NU Online Jatim

Muhammad Syaiful Bahri merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU) yang sukses menjadi youtuber dengan channelnya bernama Muhibbi Tilawah wa Dakwah Channel atau biasa dikenal dengan 'MTD Media Channel'. Ia lahir di Lumajang pada tanggal 08 Agustus 1997.

 

Syaiful Bahri menceritakan, pendidikan sekolah dasar dan pendidikan menengah pertamanya diselesaikan di Miftahul Huda Lumajang. Kemudian ia melanjutkan pendidikan menengah atas di lingkungan yang kental dengan paham Ahlussunah wal Jamaah an Nadliyah, yakni Madrasah Aliyah (MA) Model Zainul Hasan. Tepatnya di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo.

 

Kini, ia menempuh pendidikan S-1 di Universitas Negeri Malang. "Saya mulai aktif di NU ketika berada di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan. Mulai dari sebagai anggota departemen hingga pada akhirnya menjadi sekretaris Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama (IPNU) Pondok Putra Haf-sa Zainul Hasan," ceritanya kepada NU Online Jatim, Jumat (26/02/2021).

 

Ia mengaku pernah dipandang sebelah mata karena dianggap anak yang bandel saat masih menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Belajar dari hal tersebut, pemuda yang akrab dipanggil Bahri ini bangkit untuk menatap masa depan.

 

Dirnya berusaha mengembangkan bakat yang dimiliki hingga menggapai prestasi. Bahkan bisa melanjutkan pendidikan saat ini dengan memperoleh beasiswa penuh.

 

"Hal tersebut saya raih karena semangat saya yang menggelora saat masih di Genggong. Sehingga jika mondok saya bersusah payah menanam dan syukur alhamdulillah saat ini sudah bisa memanen hasil usaha tersebut. Yakni minimal, sudah bisa menjadi orang yang bermanfaat," ungkapnya Bahri.

 

Ia mengungkapkan, diantara prestasi yang pernah diraihnya antara lain juara 1 MFQ Provinsi Dies Maulidiyah UNWAHA Jombang pada tahun 2016, Juara Cipta Puisi dan Kandungan Al-Qur'an AKSIOMA Kabupaten Probolinggo pada tahun yang sama.

 

Pada tahun 2017 juara 1 MSQ LPTQ MTQ Kabupaten Probolinggo, harapan 2 MSQ Nasional LTTQ Fathullah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan juara 1 MSQ Provinsi Pekan Santri Nusantara HUMAPON Tambak Beras Jombang.

 

Sementara pada tahun 2018, Bahri meraih juara 1 MSQ nasional pekan MHQ nasional Darul Ulum Banyuanyar Madura, harapan 3 dai muda Jawa Timur gebyar kompetisi Islami STAI Al Qodiri Jember, juara 3 pidato tingkat Kabupaten Radio Semeru FM Lumajang, Juara 3 dai muda provinsi, olimpiade Al-Qur’an dan Hadits IAIN Kediri, juara 2 dai muda provinsi  PTQ RRI Jawa Timur Surabaya, juara 1 MSQ MTQ Universitas Negeri Malang, juara 2 dai muda provinsi Dies Maulidiyah UKM Ulin Nuha IAIN Ponorogo.

 

"Kemudian juara 1 dai muda nasional SIQTAFEST (Stais Ilmu Al Quran dan Tafsir Festival) Jakarta 2019, juara 1 MSQ nasional dies maulidiyah UKM Ulin Nuha IAIN Ponorogo 2019," ungkap Bahri.

 

Sedangkan untuk pengalaman mengajarnya diantaranya menjadi Ketua Pembinaan Dakwah dan Syarhil Quran UKM ASC Universitas Negeri Malang, Pembina Dakwah dan Syarhil Quran di Ponpes Nurul Ulum Kebonsari Malang, Pembina Dakwah dan Syarhil Quran di Ponpes Annur Bululawang Malang, Pembina Dakwah dan Syarhil Quran di Ponpes Al Ittihad Poncokusumo Malang.

 

"Kemudian pembina Dakwah dan Syarhil Quran di berbagai lembaga pendidikan, di Lumajang, di Genggong Probolinggo, di Lamongan, Malang, Blitar, dan Pemateri Syarhil Quran di UKM MTQ Universitas Negeri Surabaya (UNESA)," lanjutnya.

 

Tidak hanya itu, Bahri juga sudah berpengalaman menjadi dewan juri. Yakni di ajang Pildacil Se Malang Raya di Ponpes Sabilurrosyad Gasek Malang, juri dai muda Se Jawa Timur di Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo, juri pidato antar santri di Ponpes Al Fathimiyyah Merjosari Malang.

 

"Dilanjutkan dengan jadi Juri Musabaqah Syarhil Qur'an Online Ponpes Tahfidzul Qur'an Sulawesi, Juri Musabaqah Syarhil Qur'an di STIKES Hafshawaty Probolinggo,Juri Dai Muda di Universitas Zainul Hasan (UNZAH) Probolinggo," bebernya.

 

Baginya, prestasi yang luar biasa adalah membina anak didiknya karena sudah berhenti mengikuti lomba dan lebih fokus membina anak didiknya saat ini.

 

"Jadi ketika saya juara, itu biasa saja. Namun ketika anak didik saya juara, itu bagi saya sangatlah luar biasa. Saya mengajar tanpa pamrih dengan niat bisa mengantarkan mereka berprestasi agar kehidupannya bisa jauh lebih baik dan bisa bermanfaat bagi ummat dan orang-orang disekitarnya," ungkapnya.

 

Bahri juga menceritakan, kini dirinya tengah merintis MTD Media Channel. Ini dilakukan untuk tetap bisa berdakwah. Sebab, ia menyadari kemampuan yang dimiliki adalah bidang tilawah dan dakwah.

 

Awalnya MTD Media Channel ini adalah sebuah perkumpulan pecinta tilawah dan dakwah yaitu Muhibbi Tilawah wa Dakwah. Akhirnya muncul inisiatif untuk membuat media sosial yang lebih memudahkan dalam syiar tilawah dan dakwah.

 

"Saya memberanikan diri untuk membuat sosial media mulai dari Instagram dan Channel YouTube dengan nama 'MTD Media Channel pada tanggal 17 Agustus 2020," ujarnya.

 

Dalam pengelolaannya, bahri membuat tim managemen yang beranggotakan sebelas orang dengan dirinya selaku CEO. Sementara sepuluh orang lainnya merupakan teman sekaligus anak didiknya.

 

"Alhamdulillah dengan mengembangkan Instagram dan MTD Media channel YouTube sekarang followers dan subscribernya sudah banyak. Untuk follower Instagram sendiri kurang lebih 3000 sedangkan MTD Media channel YouTube hampir 17000," tuturnya.

 

 

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi Youtuber dakwah. "Untuk menjadi seorang youtober pertama kita harus tahu targetnya siapa agar konten kita bisa mudah diterima. Kedua, fokus pada konten, contohnya disini saya tentang tilawah dan dakwah. Jadi konten kami tidak keluar dari konten tilawah dan dakwah. Ketiga, inovasi baru, yakni dengan menghadirkan konten yang berbeda dari Youtuber lain. Terakhir berani mencoba, tanpa khawatir gagal. Intinya harus percaya diri," tandas Bahri.

 

Penulis: Indra Nurdien Hakim

Editor: Romza


Editor:

Malang Raya Terbaru