• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Malang Raya

Tingkatkan Kapasitas Kader, PMII UM Malang Gelar Sekolah Politik

Tingkatkan Kapasitas Kader, PMII UM Malang Gelar Sekolah Politik
Pelaksanaan Sekolah Politik yang digelar oleh PK PMII Sunan Kalijaga UM Malang. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)
Pelaksanaan Sekolah Politik yang digelar oleh PK PMII Sunan Kalijaga UM Malang. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)

Malang, NU Online Jatim

Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sunan Kalijaga Universitas Negeri Malang (UM) menggelar 'Sekolah Politik', Sabtu-Ahad (19-20/02/2022). Kegiatan yang bertempat di Kedai Saptawikrama (SWK) Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan pendidikan kader PMII.

 

Sekretaris Pelaksana Sekolah Politik, Muhammad Ahsan Thoriq menjelaskan, latar belakang diadakan sekolah politik adalah, pertama, berkaitan dengan nilai dasar pergerakan yang ada di PMII. Kedua adalah AD/ART serta hasil program kerja yang ada di Pengurus Komisariat Sunan Kalijaga.

 

"Tujuannya yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman serta kesadaran anggota PMII atau mahasiswa UM. Tidak hanya dalam politik di ranah kampus, tapi juga di masyarakat," katanya, Ahad (20/02/2022).

 

Selain itu, menurut Ahsan Thoriq, yang melatar belakangi adanya sekolah politik ini adalah hasil analisis dari pengurus komisariat terkait kondisi kampus atau mahasiswa UM. Dari hasil analisis tersebut, pihaknya mendapatkan data bahwa masih banyak mahasiswa yang belum melek akan politik.

 

"Hal ini dapat dilihat dari telah dilaksanakan pesta demokrasi di UM di Pemira. Hasilnya adalah 50 persen mahasiswa menggunakan hak pilihnya, sedangkan 50 persen tidak menggunakan hak pilihnya," ungkapnya.

 

Pria yang juga mahasiswa Jurusan Sastra Arab semester akhir ini mengaku, fenomena tersebut menjadi sebuah data yang kemudian diangkat oleh PK PMII Sunan Kalijaga. Sehingga  mengadakan sekolah politik bagi kader-kader PMII untuk lebih pro aktif terhadap iklim demokrasi.

 

Ia menyebutkan, bahwa kegiatan tersebut bertajuk 'Menjadi Pioneer Politik Birokrasi yang Memiliki Orientasi Kampus Merdeka'. Adapun yang mengikuti kegiatan ini sekitar 50 peserta yang terdiri dari 8 fakultas yang ada di UM. Sementara untuk pemateri ada empat orang dengan beragam latar belakang profesi.

 

"Ada dari DPRD Kota Malang, Ahmad Farih Sulaiman atau Gus Farih, Dosen Fakultas Ilmu Sosial UM Bapak Surya, Aktivis Lingkungan Bapak Alim. Serta dari senior PMII yang bergerak di ranah akreditasi dan propaganda Ali Bisri," ungkap pria asal Sumenep ini.

 

Menurut Ahsan Thoriq, output yang diharapkan oleh PMII UM dengan kegiatan ini adalah kader-kader PMII bisa menjadi penggagas dalam birokrasi yang ada di kampus, utamanya di tengah adanya gerakan Kampus Merdeka.

 

"Sehingga diharapkannya dengan adanya sekolah Politik ini bisa diimplementasikan oleh peserta atau mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

 

Selain itu, pihaknya juga berharap ke depan tumbuh kader-kader PMII yang berkualitas dan kapabilitas. Sehingga tonggak kepengurusan PMII dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

  

"Serta dapat berpikir progresif dan lebih maju, utamanya dalam hal demokrasi di ranah kampus,” tandasnya.


Malang Raya Terbaru