• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 18 Juni 2024

Malang Raya

Workshop ISNU Jatim, Gus Kikin: Mbah Hasyim Adalah Ilmuwan Unggul

Workshop ISNU Jatim, Gus Kikin: Mbah Hasyim Adalah Ilmuwan Unggul
Pj Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin saat workshop PW ISNU Jatim di Gedung Pascasarjana Unisma, Kamis (02/04/2024). (Foto: NOJ)
Pj Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin saat workshop PW ISNU Jatim di Gedung Pascasarjana Unisma, Kamis (02/04/2024). (Foto: NOJ)

Malang, NU Online Jatim

Penjabat (Pj) Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyebutkan bahwa Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari sebagai pendiri Nahdlatul Ulama merupakan sosok ilmuwan yang unggul. Hal ini diwujudkan dengan beragam transformasi yang dilakukan.

 

Penegasan itu disampaikan saat sambutan dalam acara Workshop Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama melalui Akreditasi Unggul. Kegiatan yang diinisiasi Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim itu dipusatkan di Pusat Studi Jawa Timur Gedung Pascasarjana Unisma, Kamis (02/04/2024).

 

“Sejak didirikan oleh Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari, NU selalu melakukan transformasi dalam rangka mengantisipasi perkembangan zaman,” ujar Gus Kikin.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang itu menyebutkan, meski NU didirikan oleh para ulama dan menjadi tempat beraktivitas para ulama alim, namun tidak pernah berhenti melakukan transformasi tersebut. Hal ini dilakukan dalam rangka menjawab tantangan dan perubahan zaman.

 

“Ilmu-ilmu agama ditekuni secara fokus dan bersanad, sedangkan ilmu umum juga dipelajari di pesantren-pesantren agar selalu mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan prinsip ‘almuhafadzatu ‘alal qadimis sholih wal ahdu biijadidil ashlah’ yang artinya, segala sesuatu yang baik akan tetap dipertahankan dengan mengadaptasi hal-hal baru yang lebih baik,” tegasnya.

 

Gus Kikin berharap perguruan tinggi juga melakukan transformasi-transformasi dalam rangka menghadapi perkembangan zaman, termasuk menjadi perguruan tinggi yang unggul.

 

“Hadratussyaikh sangat fokus menekuni keilmuan agama, tapi bukan berarti meninggalkan urusan berbangsa dan bernegara. Mudah-mudahan para peserta mendapatkan banyak pencerahan supaya semakin kaya khazanah keilmuan untuk bertransformasi sesuai perkembangan zaman,” ungkapnya.

 

Sementara Ketua PW ISNU Jatim, Prof M Mas’ud Said menyampaikan, ISNU selalu mendorong agar perguruan tinggi Nahdlatul Ulama terakreditasi unggul. “Sejak lama NU berharap agar semua perguruan tinggi di lingkungan NU mendapatkan akreditasi unggul,” ucapnya.

 

Disebutkan, bahwa dalam peta jalan abad kedua NU, pendidikan perguruan tinggi menjadi salah satu prioritas yang harus dikuatkan selain bidang kesehatan, pengkaderan, dan tata kelola organisasi. Oleh karena itu, akreditasi unggul menjadi kebutuhan bagi semua perguruan tinggi NU saat ini.

 

“ISNU Jatim akan selalu siap melakukan pendampingan kepada perguruan tinggi NU agar bisa mendapatkan status akreditasi unggul,” pungkasnya.

 

Diketahui, workshop ini menghadirkan 3 narasumber yang berbicara tentang Success Story dan Best Practice kampus masing-masing mendapatkan akreditasi unggul. Mereka adalah Rektor Unisma Prof Masykuri dan Rektor Unusa Prof Dr A Jazidie, Guru Besar Universitas Brawijaya Slamet Wahyu.


Malang Raya Terbaru