• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 21 Mei 2022

Matraman

Ekspor Kerajinan, Omzet Pesantren Rahmatan lil 'Alamin Nganjuk Capai Miliaran

Ekspor Kerajinan, Omzet Pesantren Rahmatan lil 'Alamin Nganjuk Capai Miliaran
Sejumlah produk Pesantren Rahmatan lil 'Alamin Nganjuk . (Foto: NOJ/ Hafidz Nur Sidiq).
Sejumlah produk Pesantren Rahmatan lil 'Alamin Nganjuk . (Foto: NOJ/ Hafidz Nur Sidiq).

Nganjuk, NU Online Jatim

Pondok Pesantren Rahmatan lil ‘Alamin Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk tidak hanya membekali para santrinya dengan ilmu agama, namun juga dididik menjadi pengusaha. Bahkan produksi kerajinan seni kreasi para santri sudah tembus hingga ke pasar luar negeri.

 

“Alhamdulillah, sampai hari ini kita sudah ekspor ke beberapa Negara. Kerajinan yang paling banyak dipesan adalah kaligrafi tulis, minatur, seni kerajinan tempurung atau batok kelapa, dan lainya,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Rahmatan lil ‘Alamin, Gus Ridlwan Baidowi kepada NU Online Jatim, Sabtu (22/01/2022).

 

Gus Ridlwan menceritakan, awal mula membangun usahanya itu sekitar tahun 2013 lalu saat menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Dirinya memang sudah menyukai sesuatu yang berkaitan dengan seni.  Karakter Yogyakarta khas dengan kesenian juga mempengaruhi gerak dan pemikirannya mengolah seni, didukung hobi membaca dan bereksplorasi.

 

“Sepulang dari Yogyakarta pada tahun 2019, akhirnya saya mendirikan rumah produksi usaha kerajinan santri yang diberi nama ‘Santri Craft’ dan slogan karya santri untuk negeri,” terangnya.

 

Gus Ridlwan menjelaskan, salah satu karyanya yaitu membuat kerajinan limbah batok kelapa menjadi lebih estetik. Dia mengolahnya menjadi kerajinan yang mempunyai nilai guna seperti mangkuk, cangkir, tempat piring, celengan, asbak dan lainnya.

 

“Produk ini sangat ramah lingkungan dan tanpa menggunakan bahan kimia seperti melamin,” ujarnya.

 

Disampaikan Gus Ridlwan, pemasaran produknya menggunakan tiga cara, yaitu dari rumah ke rumah atau instansi ke instansi,  pemasaran online melalui platform media sosial dan pemasaran melalui jaringan. 

 

Sedangkan proses produksinya, Gus Ridwan melibatkan 400 santri Madrasah Aliyah Plus Keterampilan (MAPK) dan Madrasah Tsanawiyah plus Keterampilan (MTsPK) Rahmatan lil ‘Alamin serta para alumni.

 

“Awalnya berangkat dari pelajaran seni budaya para santri yang kemudian kita kembangkan, dari teoritis menjadi aplikatif,” sambung Ketua Rabithah Ma’hid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Nganjuk ini.

 

Dalam waktu sehari, saat ini rumah produksi Santri Craft bisa menghasilkan puluhan produk. Rumah produksinya juga sudah dilengkapi belasan mesin berstandar pabrik dan kendaraan untuk pemasaran.

 

Bahkan selain memberdayakan para santri, Gus Ridlwan juga menggandeng masyarakat di sekitar rumah produksi di kawasan pondok pesantren.

 

“Sehari bisa menghasilkan puluhan produk. Tergantung tingkat kesulitan, tiap karya berbeda. Kalau sudah ahli bisa cepat, kalu belum ya lama sekali,” terang alumnus Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang ini.

 

Santri Craft telah mengekspor produknya ke beberapa negara asia dan eropa sejak tahun 2020. Negara-negara tujuan ekspor itu, antara lain Jerman, India, Finlandia, Republik Cheko, dan Arab Saudi. Total keseluruhan omzet usaha pesantren tersebut sudah menembus Rp1 miliar per bulan.

  

“Ekspor ini didapatkan dari jaringan dan dikembangkan. Sampai hari ini alhamdulilah sudah bagus pemasarannya. Menurut saya pesantren dan santri harus mandiri secara ekonomi,” pugkasnya.


Editor:

Matraman Terbaru