• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Januari 2023

Matraman

Fatayat NU di Nganjuk Adakan Ngaji Desa, Ini Harapannya

Fatayat NU di Nganjuk Adakan Ngaji Desa, Ini Harapannya
Kegiatan 'Ngaji Desa' yang diadakan oleh PAC Fatayat NU Baron, Nganjuk. (Foto: NOJ/ Haafidh NS Yusuf)
Kegiatan 'Ngaji Desa' yang diadakan oleh PAC Fatayat NU Baron, Nganjuk. (Foto: NOJ/ Haafidh NS Yusuf)

Nganjuk, NU Online Jatim
Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Baron, Nganjuk, Musyarofah mengatakan, saat ini anak-anak di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan nutrisi seimbang. Menurutnya, kegagalan kebutuhan nutrisi ini lambat laun akan mengakibatkan stunting.


Hal itu ia sampaikan usai acara Ngaji Desa bertajuk ‘Optimalisasi Peran Fatayat NU di Layanan Dasar (Pendidikan dan Kesehatan) Berbasis Desa’. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Yayasan Darussalam Pandanarum, Baron, Nganjuk, Kamis (02/06/2022)..


“Kegiatan ini membedah pengetahuan tentang anggaran dan program Pemerintah Desa. Ngaji Desa perlu dilakukan karena Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU basisnya di tingkat desa, dan tentunya bersentuhan langsung dengan masyarakat serta jadi jembatan penghubung antara masyarakat dan pemerintah,” ungkap Musyarofah kepada NU Online Jatim.


Musyarofah menjelaskan, seminar tersebut membahas seputar layanan dasar di desa yang didukung oleh dana desa. Di antaranya penurunan angka stunting, pelatihan, pendirian taman baca dan sarana prasarana pendidikan.


“Apalagi dalam undang-undang dikatakan sebanyak 10 persen dana desa harus dialokasikan untuk sektor pendidikan dan kesehatan,” tegasnya.


Dirinya pun berharap kepada pemerintah desa yang ada di Kecamatan Baron agar memastikan kegiatan penurunan dan pencegahan stunting di tingkat desa yang teralokasikan melalui dana desa. Sebab, stunting bukan penyakit yang selesai dengan obat dan sifatnya berkelanjutan.


“Tidak bisa selesai begitu saja dengan pemberian obat-obatan. Generasi emas kita butuh dukungan banyak pihak, kalau bukan kita siapa lagi,” tuturnya.


Berdasarkan Permendesa PDDT 13 tahun 2022, diketahui penggunaan dana desa diprioritaskan untuk membiayai kegiatan yang mendukung pencapaian 10 (sepuluh) SDGs desa yang berkaitan dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan adaptasi kebiasaan baru desa. Di antaranya adalah desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat sejahtera, dan keterlibatan perempuan desa.


“Maka dari itu, Fatayat NU Baron akan menjalin komunikasi dengan Pemerintah Desa guna mencari program yang bisa diselaraskan, dengan harapan organisasi kemasyarakatan hendaknya dilibatkan dalam setiap pembangunan desa,” pungkas alumnus Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ula (STAIM) tersebut.


Diketahui, acara tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Nganjuk Moch Masyhuri, Pendamping Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Nganjuk Faradhilah Arie Aini, tamu undangan dan peserta sebanyak 100 orang.


Matraman Terbaru