• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 1 Juli 2022

Matraman

Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia Nganjuk Dilantik

Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia Nganjuk Dilantik
Forum Komunikasi Da'i Muda Indonesia Nganjuk usai dilantik. (Foto: NOJ/K Anwar)
Forum Komunikasi Da'i Muda Indonesia Nganjuk usai dilantik. (Foto: NOJ/K Anwar)

Nganjuk, NU Online Jatim
Forum Komunikasi Da'i Muda Indonesia (FKDMI) Kabupaten Nganjuk resmi dilantik pada Rabu, (27/04/2022). Kegiatan dipusatkan di SMA Diponegoro.


FKDMI Kabupaten Nganjuk tersebut dilantik langsung oleh Ketua Umum Rumah Kerja Milenial Indonesia, Abdullah Muhdi. Anggota DPRD Jawa Timur Hj Aisyah Lilia Agustina juga turut hadir menyaksikan pelantikan.


“FKDMI merupakan forum di mana tempat berkumpulnya calon dai dan dai yang masih millenial. Forum ini bukan hanya di Nganjuk saja, tapi juga didirikan di Jakarta,” kata Abdullah Muhdi saat sambutan. Dalam proses perjalanannya akidah yang dibawa FKDMI sama yaitu Ahlussunah Wal Jamaah dan anggota yang berada mayoritas aktivis Nahdlatul Ulama, lanjutnya.  


“Tujuan melakukan gerakan Islam moderat, ketika masyarakat memiliki pengetahuan moderat yang berada di tengah masyarakat insyaallah masyarakat akan baik-baik saja,” jelasnya. 


Dirinya menyampaikan salam dari Ketua Umum FKDMI. Berikutnya dipersilakan berkolaborasi dalam media digital. Karena banyak dari anggota yang memiliki keahlian memiliki ilmu, kitab kuning menjadi makanan sehari-hari tetapi kekurangan tidak mengemas pengajiannya ke dalam medsos salah satunya Instagram.


“Tidak harus untuk terjun langsung ngaji, tapi jadilah ngabdi mendampingi kiai dan ibu nyai, kemudian mentransformasikan,” harapnya. 


Dirinya memberikan contoh dakwah moderat hari ini sering mendengar pengajian KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dan yang menjadi admin adalah Santri Gayeng. Dan dalam ceramahnya satu sampai dua menit ini merupakan salah satu digital di bidang dakwah.


“Kita selaku dai muda membantu mensyiarkan kabar baik dari kiai dan ibu nyai, insyaallah Nganjuk ke depannya akan menjadi kota angin yang sejuk bukan kota angin badai,” urainya. 


Dirinya kemudian mengingat pesan KH Abdurrahman Wahid saat membangun kantor pojok IPPNU dan membangun peradaban Nganjuk saat ini di SMA Diponegoro.


"Manut glatik cucuk e biru,mari dilantik ojo terus turu," singgungnya.


Usai pelantikan FKDMI Kabupaten Nganjuk, acara dilanjutkan dengan seminar wawasan kebangsaan bertema "Membangun Masyarakat Berwawasan Kebangsaan melalui Dakwah Moderat dan Visioner". Materi tersebut disampaikan Hj Aisyah Lilia Agustina anggota DPRD Jawa Timur sebagai narasumber. 


Mengawali pemaparan materi, Aisyah menjelaskan jika dai sekarang posisinya berada di depan. “Dai zaman sekarang adalah ada di Medsos. Musuhnya juga banyak yakni netizen yang bisa menyerang dakwahnya dai,” terangnya. 


Harapan anggota DPRD Jatim ini kepada dai harus mengedepankan wawasan kebangsaan. Karena saat ini sudah paham betul bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara perlu dirajut.
“Gara-gara dai, kehidupan berbangsa dan bernegara sering berantakan,” katanya.


Di penghujung acara, Aisyah berharap di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan mendapatkan kekuatan dari Allah SWT dengan melaksanakan ibadah puasa dan ibadah lainnya.


“Karena di malam 10 hari terakhir kita ada momen yaitu lailatul qadar. Kita ibadah satu malam mendapatkan bonus seribu bulan. Mudah-mudahan kita mendapatkan keberkahan di sore hari ini dengan melaksanakan kegiatan seperti ini,” pungkasnya.


Penulis: M Khoirul Anwar


Editor:

Matraman Terbaru