• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Matraman

Gelar Konferensi, Ansor Trenggalek Diingatkan Jaga Ulama dan Alam

Gelar Konferensi, Ansor Trenggalek Diingatkan Jaga Ulama dan Alam
Ketua PC GP Ansor Trenggalek, Agus M Izuddin Zakki. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli)
Ketua PC GP Ansor Trenggalek, Agus M Izuddin Zakki. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli)

Trenggalek, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Trenggalek menyelenggarakan konferensi. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek, Agus Yusuful Hamdani mengingatkan seluruh kader harus berada di seluruh tingkatan dari cabang hingga ranting demi menjaga jamiyah.


"Kita berharap Ansor-Banser juga sesuai prinsip yang telah ditanamkan dan dicanangkan para pendiri, bahwa Ansor-Banser menjadi ujung tombak dan menjadi penjaga (NU)," kata Gus Yusuf di gedung PCNU Trenggalek, Sabtu (14/01/2023). 


Sementara Ketua PC GP Ansor Trenggalek, Agus M Izuddin Zakki menyampaikan tidak boleh sejengkal tanah pun terambil oleh makhluk yang tidak berhak. Sehingga, menurutnya, ini sudah sejalan dengan visi misi Ansor, apalagi tema Konfercab kali ini yaitu 'Solidaritas dan Sinergitas Gerakan Pemuda Ansor Trenggalek dalam Mewujudkan Kader Cinta Alam dan Tanah Air'.


"Penjaga bukan sekadar merawat. Kalau NU di situ ada merawat, memang sudah seharusnya kalau Ansor adalah selalu hadir di mana ruang-ruang yang di situ harus kita jaga," terangnya.


Ketua PC GP Ansor Trenggalek masa khidmat 2019–2023 ini menuturkan tidak boleh ada yang mengusik Bumi Menak Sopal dengan tambang. Karena kelestarian alam di Trenggalek menjadi tulang punggung dalam kehidupan masyarakat.


"Ansor siap untuk menjaga kelestarian alam di Kabupaten Trenggalek. Dengan menjaga mata air, menjaga pohon dan setiap jengkal tanah yang ada mulai dari gunung hutan sampai dataran," katanya.


Menurut Gus Zakki, mengambil tema tersebut di Konfercab GP Ansor tidak lain sebagai rasa handarbeni memiliki Trenggalek. Kelestarian alam merupakan isu utama yang harus menjadi prioritas Ansor di kawasan ini.


"Saya katakan pada malam hari ini yang mendukung tambang, enyah dari Kabupaten Trenggalek!," tegasnya.


Tidak hanya itu, selain isu lokal, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kedunglurah Kecamatan Pogalan Trenggalek ini berharap kehadiran semua kader Ansor bisa mengukir sejarah. Bahwa Ansor dan Banser di Trenggalek bisa benar-benar menjadi pelayan ulama pelayanan NU sekaligus menjadi benteng NKRI.


Sukseskan Gelaran 1 Abad NU

Alumnus Pondok Pesantren Ploso Kediri ini menyampaikan pesan usai silaturahim ke Pimpinan Pusat GP Ansor. Pesan khusus yang sebenarnya sudah menjadi mindset kader, bahwa Ansor harus mengawal suksesnya resepsi 1 abad NU.


"Maka dengan ini, kami instruksikan kepada semua kader GP Ansor pada tanggal 7 Februari 2023 mendatang, semua harus berangkat ke Sidoarjo untuk menyukseskan acara tersebut," ujarnya.

 

Gus Zakki juga menggaris bawahi, semua kader Ansor-Banser, tidak hanya datang sebagai tamu undangan. Tetapi seperti yang diinstruksikan Ketua Pelaksana Resepsi 1 Abad NU yaitu Ketua Umum PP GP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas bahwa sebagai aktor penuh sukses acara tersebut. 

 

"Maka jangan menganggap diri kalian sebagai undangan, kemudian minta dimuliakan. Tetapi ketahuilah bahwa kalian adalah panitia panitia untuk menyambut para masyayikh NU yang nanti akan hadir di sana," imbuhnya.

 

Beliau juga menginginkan, semua kader untuk hadir dengan menggunakan akomodasi sendiri sebagai bentuk berkhidmat. Keberangkatan seharusnya lebih awal untuk mengawal para masyayikh di Stadion Sidoarjo mendatang.

 

"Maka sebelum ulama-ulama, rais syuriah, ketua tanfidziyah kita datang ke Sidoarjo, maka Ansor-Banser harus datang terlebih dahulu di sana untuk menyambut beliau-beliau," tandasnya.


Editor:

Matraman Terbaru