• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Matraman

Gelar PKD, Ansor di Jombang Ingin Kader Militan Cegah Radikalisme

Gelar PKD, Ansor di Jombang Ingin Kader Militan Cegah Radikalisme
Ketua PC GP Ansor Jombang, H Zulfikar Dawam Ikhwanto saat pembukaan PKD di Kecamatan Ploso. (Foto: PC GP Ansor Jombang).
Ketua PC GP Ansor Jombang, H Zulfikar Dawam Ikhwanto saat pembukaan PKD di Kecamatan Ploso. (Foto: PC GP Ansor Jombang).

Jombang, NU Online Jatim

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) selama tiga hari, Jumat-Ahad (25-27/06/2021). Kegiatan kaderisasi formal ini digelar guna mencetak kader militan mencegah radikalisme serta kuat menjaga Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ala Nahdlatul Ulama (NU).

 

Selama pelatihan yang dilaksanakan di MTs Nidzhamiyah Ploso ini, peserta diberi pemahaman tentang ke-NU-an, kebangsaan, Aswaja, keorganisasian, seputar Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser), serta materi peningkatan kapasitas lainnya.

 

H Zulfikar Dawam Ikhwanto, Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Jombang mengatakan, kader Ansor harus terus bergerak guna menjawab tantangan zaman. “Kader Ansor harus terus bergerak mengawal Islam yang sejuk ala Aswaja,“ katanya saat pembukaan PKD tersebut.

 

Menurutnya, kader Ansor harus mengambil peran penting untuk mencegah merebaknya paham radikal. “Ajaran yang menyimpang dan cenderung radikal ini yang harus kita cegah,” imbuhnya.

 

Gus Atok juga memaparkan bahwa era digital harus dipahami dengan baik. Supaya kader Ansor tidak salah dalam berdakwah serta bisa mengikuti perkembangan zaman.

 

Menurutnya, kader Ansor juga harus memiliki kemampuan yang baik untuk terlibat dalam mengatasi persoalan ancaman keutuhan bangsa. “Salah satu tujuan Kegiatan ini (PKD) juga untuk menciptakan kader yang siap menghalau paham yang berusaha memecah-belah bangsa Indonesia,” tandasnya.

 

 

Adapun selama pelaksanaan kegiatan, panitia menerapkan protokol kesehatan. Seluruh peserta diwajibkan memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19.


Editor:

Matraman Terbaru