• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 18 Mei 2022

Matraman

Janda Sebatang Kara Dibantu Bedah Rumah LAZISNU Nganjuk

Janda Sebatang Kara Dibantu Bedah Rumah LAZISNU Nganjuk
LAZISNU Nganjuk menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Ketua RT setempat (Foto: NOJ/ Haafidh Nur Siddiq Yusuf)
LAZISNU Nganjuk menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Ketua RT setempat (Foto: NOJ/ Haafidh Nur Siddiq Yusuf)

Nganjuk, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Nganjuk kembali menggelar aksi bedah rumah dhuafa. Sasarannya ialah rumah milik Umi (55), seorang janda yang tinggal di Dusun Sanan, Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Nganjuk.

 

Ketua LAZISNU Nganjuk, Moch Masyhuri menceritakan, bahwa rumah Umi sebelumnya sangat tidak layak huni dan memprihatinkan. Selain kondisi bangunan mulai rapuh, atapnya juga bocor sana-sini.

 

Kendati demikian, Umi harus tetap menempati apa adanya karena tidak ada biaya untuk memperbaiki. "Insyaallah, setelah rumah ini dibangun, Umi bisa menetap dengan nyaman di rumah tersebut," ujarnya kepada NU Online Jatim, Rabu (03/11).

 

Disampaikan alumni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ula Nganjuk ini, Umi sudah cukup lama hidup sebatang kara. Di usianya yang paruh baya, ia harus bekerja mandiri dengan mencari rumput di hutan untuk sekadar menyambung hidup.

 

“Penghasilan yang ia peroleh juga tidak banyak. Cukup untuk dimakan sehari-hari saja sudah untung. Tetangga sekitar juga tak jarang memberinya makanan,” ungkap Kang Huri, sapaan karibnya.

 

Kang Huri mengatakan, saat ini LAZISNU Nganjuk memberikan material bangunan berupa pasir, besi, semen, dan batu bata. Bantuan tersebut dilakukan sebagai wujud nyata bahwa LAZISNU dekat dan tidak abai dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, masyarakat di akar rumput merupakan ujung tombak organisasi.

 

“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah melapor agar rumah Ibu Umi yang tidak layak huni dibedah atau renovasi,” tutur Kang Huri.

 

Sementara itu, koordinator bedah rumah yang juga warga setempat, Muhammad  Lukman menyebutkan, kegiatan ini diperkirakan memakan waktu hingga tiga pekan dengan anggaran biaya sekitar Rp20 juta.

 

“Dana tersebut diperuntukkan pembelian material serta upah tenaga pekerja,” terang Lukman.

 

Lukman menuturkan, proses pengerjaan bedah rumah tersebut bersinergi dengan sejumlah lembaga dan badan otonom (banom) NU, seperti Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

 

“Kami juga melakukan koordinasi dengan masyarakat sekitar lokasi untuk turut membantu pengerjaannya. Alhamdulillah, mereka sengkuyung membantu sesama,” pungkasnya.


Matraman Terbaru