• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Matraman

Jelang Hari Santri, Berikut Seruan Kiai, Nyai, Ning dan Gus se-Nusantara

Jelang Hari Santri, Berikut Seruan Kiai, Nyai, Ning dan Gus se-Nusantara
Ketua Umum FSKBNGSI, KH KRT Luqman Harist Dimyathi. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)
Ketua Umum FSKBNGSI, KH KRT Luqman Harist Dimyathi. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim
Forum Silaturahim Kiai dan Bu Nyai serta Ning dan Gus Seluruh Indonesia (FSKBNGSI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka menyambut Hari Santri 2022. Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Qodim Probolinggo itu menyerukan sejumlah rekomendasi bagi kalangan pesantren.


Ketua Umum FSKBNGSI, KH KRT Luqman Harist Dimyathi mengatakan, pesantren adalah tempat pendidikan moral dan ilmu yang mengedepankan cinta kasih dan penghormatan kepada kemanusiaan.


“Serta lembaga terbaik dalam mendidik anak-anak bangsa untuk taat menjalankan perintah agamanya dan cinta kepada tanah airnya,” ujar Gus Luqman saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Senin (03/10/2022).


Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas itu menambahkan, atas alasan inilah FSKBNGSI menyerukan kepada semua pesantren untuk menggelar bakti sosial dan doa bersama atau istighotsah di acara peringatan Hari Santri tahun 2022.


“Hal ini penting untuk menunjukkan sikap solidaritas sosial pesantren kepada lingkungan sekitar dan kepada warga bangsa secara umum,” katanya.


Pertemuan itu merekomendasikan beberapa langkah tindak lanjut yang mesti dilaksanakan kalangan pesantren, khususnya pesantren yang berafiliasi NU, meliputi:


1. Meminta kepada seluruh pondok pesantren dan para santri untuk melakukan aksi simpatik membagikan bunga mawar sebagai bentuk pesan bahwa pesantren adalah tempat lembaga pendidikan moral dan ilmu yang mengedepankan cinta kasih dan penghormatan kepada kemanusiaan, serta lembaga terbaik dalam mendidik anak-anak bangsa untuk taat menjalankan agamanya dan cinta kepada tanah airnya. Hal ini penting dilakukan di tengah banyaknya sorotan kepada pesantren akibat berbagai temuan kasus pelecehan dan kekerasan yang dilakukan oleh oknum di pesantren, tetapi diframing seolah-olah dilakukan oleh pesantren secara institusi dan lebih jahatnya lagi diframing pesantren tidak layak lagi menjadi lembaga pendidikan ilmu dan moral karena tidak menghormati kemanusiaan dan HAM.


2. Sebagai bentuk solidaritas kalangan pesantren dan santri kepada warga masyarakat sekitar pesantren dan rakyat Indonesia secara umum, FSKBNGSI menyerukan kepada semua pesantren untuk mengelar bakti sosial dan doa bersama atau istighotsah di acara peringatan Hari Santri tahun 2022. Hal ini penting untuk menunjukkan sikap solidaritas sosial pesantren kepada lingkungan sekitar dan kepada warga bangsa secara umum, bahwa wujud syukur para santri dan pondok pesantren yang diakui perannya oleh negara dalam mengemban amanat kemerdekaan dengan mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyiapkan para kader generasi bangsa yang handal dan berakhlak mulia. Wujud acaranya bisa dengan meramaikan acara shalat jamaah bersama masyarakat, istighotsah dan ngaji kitab yang dibutuhkan masyarakat.


3. Untuk terus mengenal nilai-nilai pesantren yang luhur dan bermartabat, FSKBNGSI menyerukan kepada seluruh pondok pesantren dan kiai dan bu nyai selain menggelar acara upacara Hari Santri pada tanggal 22 Oktober 2022, juga diharapkan dilakukan upaya perenungan secara serentak dan massal dengan melibatkan semua stakeholder, khususnya para santri dan keluarga besar kiai dan bu nyai, kepada para pendiri bangsa dan ulama serta muassis NU dan pondok pesantren seluruh Indonesia. Hal ini penting untuk memberikan uswah hasanah kepada para santri dan warga bangsa agar selalu pandai bersyukur dan tidak melupakan sejarah dan para pejuangnya. Dalam refleksi ini, penting juga ditekankan pentingnya kesadaran para kiai dan bu nyai agar memperbanyak tirakat dan mujahadah agar para santri memiliki mahabbah belajar ilmu dan kerasan di pesantren serta taat kepada hukum dan ketentuan syariat dan setia kepada NKRI.


Matraman Terbaru