• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Matraman

Kader IPPNU Ponorogo Juara Lomba Karya Inovasi Nasional

Kader IPPNU Ponorogo Juara Lomba Karya Inovasi Nasional
Luluk Fuadah beserta tim dan pembimbing usai sabet juara 1 karya inovasi kategori produk halal dan ketahanan pangan tingkat Nasional. (Foto: NOJ/ Arisel Wiji Aningrum)
Luluk Fuadah beserta tim dan pembimbing usai sabet juara 1 karya inovasi kategori produk halal dan ketahanan pangan tingkat Nasional. (Foto: NOJ/ Arisel Wiji Aningrum)

Ponorogo, NU Online Jatim 

Luluk Fuadah, kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Jambon menyabet juara 1 karya inovasi kategori produk halal dan ketahanan pangan tingkat Nasional. 

 

Ajang tersebut merupakan bagian dari Olimpiade Sains dan Riset Perguruan Tinggi se-Indonesia yang diadakan oleh Kementrian Agama RI yang dipusatkan di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Aceh pada 25-28 November 2021 lalu.

 

Luluk mengatakan, ia  bersama timnya mewakili Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo membuat suatu olahan dari kulit durian menjadi jenang dengan difortivikasi (penambahan) tulang ikan lele.

 

“Pembuatan jenang ini berasal dari kulit bagian dalam dan ditambahkan dengan tulang ikan lele. Penembahan tulang ikan lele ini bertujuan agar jenang yang dihasilkan nanti mampu  mengandung kalsium yang dibutuhkan tubuh," katanya kepada NU Online Jatim, Kamis (16/12/2021). 

 

Mahasiswi Jurusan Tadris IPA semester 7 ini menjelaskan, bahwa kandungan kalsium yang terdapat pada tulang ikan lele lebih banyak dibandingkan dengan ikan nila. 

 

Di samping itu, menurutnya ikan lele lebih mudah diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau. Sehingga hal tersebut juga menambah poin plus pada inovasi produk tersebut. 

 

“Produk inovasi tersebut kami beri nama dengan ‘Julid’, yakni Jenang Kulit Durian. Sedangkan nama tim kami bernama ‘Liver’, yang merupakan singkatan nama dari anggota tim,” terangnya.

 

Disebutkan oleh Luluk, bahwa dirinya beserta tim mampu mengalahkan 43 perguruan tinggi se-Indonesia di bidang produk halal dan ketahanan pangan. Prestasi ini pun mengharumkan nama instansi tempatnya  belajar. 

 

 

“Kami bertiga ini berasal dari institut, sedangkan peserta lainnya mayoritas dari universitas. Tapi, alhamdulillah bisa juara, karena kami selalu yakin dan berpikir dengan mental besar.

 

Penulis: Arisel Wiji Aningrum
Editor: A Habiburrahman


Matraman Terbaru