• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Matraman

Kang Huri, dari Relawan Kini Jadi Ketua LAZISNU Nganjuk

Kang Huri, dari Relawan Kini Jadi Ketua LAZISNU Nganjuk
Kang Huri, Ketua NU Care-LAZISNU Nganjuk. (Foto: NOJ/Haafidh Nur Shiddiq Yusuf)
Kang Huri, Ketua NU Care-LAZISNU Nganjuk. (Foto: NOJ/Haafidh Nur Shiddiq Yusuf)

Nganjuk, NU Online Jatim

Tegas dan menjunjung disiplin tinggi. Sosok itu nampak pada Ketua NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah nahdlatul Ulama (LAZISNU) Nganjuk Moch Masyhuri. Maka tak salah jika ia selalu berada di barisan depan dalam setiap roda organisasi.


Kang Huri, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dirinya mulai mengemban sejumlah amanah sejak menjadi mahasiswa. Ia merupakan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ula (STAIM) dan eks aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).


“Saya senang berorganiasi pada awalnya, karena dengan itu saya merasa bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Kang Huri kepada NU Online Jatim, Selasa (05/04/2022).


Alumnus Pondok Pesantren Darussalam Plosorejo tersebut juga bercerita, sebelumnya tidak pernah terpikir jika ia bakal menjadi Ketua NU Care-LAZISNU Nganjuk karena saat sedang duduk di bangku perkuliahan ia hanya ditugaskan menjadi relawan kemanusiaan oleh dosennya waktu itu.


“Dulu saya diajak salah satu dosen saya yaitu Kiai Kholil untuk ikut relawan NU Care-LAZISNU. Jadi waktu itu kegiatannya hanya santunan dan sebagainya,” terangnya.


Pendekatan Kang Huri dengan banyaknya aktivitas berbagi lambat laun menjadi sebuah hobi baru baginya. Berkat keistiqamahannya itu tanpa dinyana-nyana pada tanggal 3 Oktober 2021 ia dilantik menjadi Ketua NU Care-LAZISNU Nganjuk masa khidmat 2021-2026.


Amanat itu, menurut Kang Huri, sebagai sebuah tanggung jawab yang mulia. Ia berharap agar ikhtiar yang dilakukannya itu dapat menjadi memberi manfaat dan maslahat yang lebih besar bagi banyak orang.


“Karena memang di NU Care-LAZISNU bisa membantu orang banyak seperti cita-cita saya. Kalau kita bergerak personal tidak sekuat seperti lembaga,” kata anggota DPRD Nganjuk ini.


Namun ia menjelaskan, ukuran pahala bagi pengurus NU tidak dilihat dari jabatan, melainkan pengabdian dan keikhlasannya.


“Mungkin pahala para pengurus ranting itu bisa jadi mengalahkan pengurus cabang atau wilayah bahkan PBNU karena keikhlasannya,” pungkasnya.


Matraman Terbaru