• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 September 2022

Matraman

Kitab Al-Mawaqif Dikaji Serius Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan

Kitab Al-Mawaqif Dikaji Serius Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan
Salah satu kegiatan di Ma'had Aly Al-Tarmasi, Pacitan. (Foto: NOJ/PUm)
Salah satu kegiatan di Ma'had Aly Al-Tarmasi, Pacitan. (Foto: NOJ/PUm)

Pacitan, NU Online Jatim
Mahasantri Ma'had Aly Al-Tarmasi Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan membahas ilmu kalam lewat bedah kitab Al-Mawaqif karya Syaikh Abdurrahman Imam Abdurrahman bin Ahmad Al-Iji. Kegiatan dipusatkan di auditorium kampus setempat, Sabtu (22/01/2022).
 

Kepala Bagian (Kabag) Kemahasantrian Ma’had Aly Al-Tarmasi, Ahmad Faruq mengatakan bahwa bedah kitab seperti yang dilakukan merupakan salah satu bentuk dari talaqqi. Yakni, mengambil ilmu dari guru dengan bertemu secara langung.
 

"Model pembelajaran seperti ini sangat penting di kalangan pendidikan, terlebih bagi seorang santri," katanya. 
 

Dilanjutkan, bahwa dalam memahami ilmu kalam membutuhkan ilmu mantiq, yang berkaitan dengan ilmu tentang logika berfikir. Menurutnya, bagi seseorang yang sudah menguasai ilmu ini, akan lebih mudah dalam mempelajari sesuatu, termasuk dalam memahami ilmu kalam.
 

"Maka para Mahasantri Ma’had Aly Al-Tarmasi harus memperdalam ilmu mantiq untuk dapat lebih memahami ilmu kalam ini," ungkap dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo tersebut. 
 

Alumnus pascasarjana IAIN Ponorogo tersebut mengimbau agar santri telaten dan istikamah dalam mempelajari kitab kuning. Menurutnya, sebagai seorang yang hidup di pesantren, harus memiliki kebanggaan terhadap aktifitas ngaji, karena salah satu keahlian akademik seorang adalah memahami kitab kuning.
 

"Apalagi mahasantri, tentu potensi akademiknya harus di atas santri biasa," tegasnya. 
 

Di sisi lain, alumnus Pesantren Tremas ini juga menyampaikan bahwa  dahulu Pondok Tremas memiliki hubungan erat dengan Keraton Surakarta. Karenanya sangat disayangkan kalau hal ini tidak lagi berlanjut. Padahal merupakan salah satu keistimewaan pesantren. 
 

"Maka jika mudir kita, KH  Luqman al-Hakim mendapat penghargaan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) atau dengan makna lain sebagai bupati senior itu tidak salah, hal demikian merupakan bentuk hubungan dekat yang kembali terjalin antara Tremas dengan Keraton Surakarta," terangnya. 
 

Bedah kitab Al-Mawaqif kali ini diikuti para Mahasantri Ma’had Aly Al-Tarmasi Pacitan dan beberapa muhadir atau dosen, serta para pejabat kampus setempat.

 

Penulis: Muhdhori Ahmad


Editor:

Matraman Terbaru