• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Matraman

Lewat Gajah-gajahan, Bocah Madin di Ponorogo Dikenalkan dengan Rasul

Lewat Gajah-gajahan, Bocah Madin di Ponorogo Dikenalkan dengan Rasul
Tradisi gajah-gajahan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad di Madin Nurul Huda Kranggan, Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. (Foto: NOJ/Husnul Khotimah)
Tradisi gajah-gajahan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad di Madin Nurul Huda Kranggan, Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. (Foto: NOJ/Husnul Khotimah)

Ponorogo, NU Online Jatim

Madrasah Diniyah (Madin) Nurul Huda di Desa Kranggan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara unik, yaitu gajah-gajahan. Lewat tradisi yang sudah lama berlaku di desa setempat itu, kecintaan kepada Rasul coba ditanamkan kepada bocah-bocah Madin sejak dini.

 

Acara yang digelar langsung di halaman Madrasah diniyah Nurul Huda ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi dengan penuh hikmat. Acara diawali dengan menampilkan seni gajah-gajahan yang dikenal dengan sebutan "Bledug Agung", nama gajah yang disematkan.

 

Seiring dengan tarian gajah tersebut diiringi lagu shalawatan dengan tabuhan kompangan khas. Ditambah jedor, menambah semarak dengan anak anak yang riang memanggul dan menarikan gajah-gajahannya.

 

"Budaya ini untuk mengenalkan mereka siswa-siswi Madin bahwa gajah adalah simbol tahun kelahiran Nabi. Dengan sarana ini menambah semangat anak-anak untuk memeriahkan kelahiran baginda Muhammad SAW," Ungkap Imam Mahmudi selaku kepala Madin Nurul Huda.

 

Sumadi selaku pelatih menjelaskan bahwa dengan budaya gajah-gajahan ini, anak anak diajak untuk lebih memahami kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW, saat  lahir pada tahun gajah. Sehingga dapat terpatri dalam jiwa raga anak anak.

 

Usai seni pertunjukan gajah-gajahan, acara dilanjutkan dengan mauidlah hasanah oleh Imam Mahmudi kepala Madin. "Nabi Muhammad SAW menjadi Nabi yang mukjizatnya melebihi dari pada nabi-nabi yang lain, seperti misalnya membelah bulan, dan tak ada yang bisa merekayasa sampai saat ini, sudah sepatutnya Nabi Muhammad menjadi suri tauladan dan sosok yang menjadi idola dari dulu hingga saat ini," ungkapnya.


Matraman Terbaru