• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 29 Mei 2022

Matraman

Upaya LAZISNU di Ponorogo Atasi Masalah Penerima Bantuan Kambing Bergulir

Upaya LAZISNU di Ponorogo Atasi Masalah Penerima Bantuan Kambing Bergulir
Silaturahim pengurus NU Care-LAZISNU Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. (Foto: NOJ/ Zen Muhammad).
Silaturahim pengurus NU Care-LAZISNU Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. (Foto: NOJ/ Zen Muhammad).

Ponorogo, NU Online Jatim

Program kambing bergulir Pengurus Wilayah (PW) NU Care-Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur yang dipercayakan kepada Unit Pengola Zakat, Infaq, dan Sedekah (UPZIS) NU- Care LAZISNU Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo pada 3 April 2021 lalu sudah mulai membuahkan hasil.

 

Namun demikian, ada dua kambing yang bermasalah dengan perkembangan produksinya meski sudah dirawat selama 7 bulan ini. Untuk itu, pihak UPZIS NU Care-LAZISNU memberikan membantu mencarikan solusi terkait permasalah tersebut.

 

Ketua LAZISNU Desa Mrican, Nasroh Wahab Sya'roni mengatakan, berdasarkan aturan tertulis peternak kambing program kambing bergulir, pihak penerima bantuan zakat produktif tersebut bisa menukarkan kambing jika sudah memilihara selama satu tahun. Kendati demikian, keluhan pihak peternak ditampung dan coba dicarikan solusi terbaik. 

 

"Kita menerima 6 kambing, kemudian mati satu kambing. Nah, alhamdulillah 2 kambing beranak 3, 1 tengah proses berkembang biak. Sedangkan 2 lainnya masih belum kunjung membuahkan hasil," katanya kepada NU Online Jatim, Jumat (15/10/2021) di Masjid Darul Hikmah saat silaturahim pengurus NU Care-LAZISNU Kecamatan Jenangan.

 

Gus Nasroh mengungkap, atas permasalah tersebut, pihaknya mencoba memberikan solusi terbaik. Salah satunya memberikan kompensasi untuk perternak. 

 

"Kalau 1 tahun belum beranak, peternak menerima kompensasi sebesar 30 persen dari harga kambing dan boleh ditukar," jelasnya. 

 

Namun, karena sudah mengeluh sebelum 1 tahun, lanjutnya, maka akan diberikan 15 persen dan terus diberikan nutrisi lebih untuk membantu supaya kambing dapat berproduksi dengan baik. 

 

"Kalau kata Pak Rosyid (praktisi, peternak Kambing) bisa dengan cara dimandikan, dijemur, dijasih kecambah kacang ijo dan tempatnya didekatkan pejantan untuk mendorong birahi kambing," jelasnya.

 

Ia menambahkan, jika usaha pemberian nutrisi dan makanan tambahan tidak berhasil, maka pihaknya akan memberikan kebijakan berupa pemberian kompensasi 15 persen lagi dan kambing bisa ditukarkan. 

 

 

"Semoga bisa terus berjalan baik dan mendapat ridla Allah," pungkasnya. 

 

Sebagai informasi, program zakat produktif dari PW NU Care-LAZISNU Jawa Timur sudah diberikan keseluruhan oleh Pengurus Cabang (PC) NU Care-LAZISNU Ponorogo. Dengan program tersebut diharapkan mampu memberikan kemanfaatan bagi kemandirian NU.


Editor:

Matraman Terbaru