Respons Gus Yaqut terhadap Pembakaran Al-Quran di Swedia dan Belanda
Jumat, 27 Januari 2023 | 08:00 WIB
Anwar Sanusi
Kontributor
Pacitan, NU Online Jatim
Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas menanggapi aksi pembakaran mushaf Al-Qur'an di Swedia dan Belanda. Menurutnya, tindakan itu bentuk lain dari teror dan ekstremisme yang bisa mengancam harmoni umat beragama.
“Itu jelas teror dan tindakan ekstrem yang tidak bisa dibenarkan, dan bisa merusak harmoni umat beragama. Saya jelas mengutuk tindakan ekstrem semacam itu,” katanya, Kamis (26/01/2023).
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor itu menerangkan, aksi demonstrasi memang dibenarkan dalam hal demokrasi. Namun, semua tindakan yang menghina simbol keagamaan, apalagi kitab suci, tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun, termasuk kebebasan berekspresi.
“Silakan sampaikan aspirasi dan ekspresi, tapi jangan dengan perbuatan ekstrem, provokatif, apalagi sampai menghina simbol-simbol keagamaan dan kitab suci. Itu bisa mengganggu harmoni sosial dan memecah belah umat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Yaqut diberi amanah sebagai tuan rumah Presidensi G-20 pada tahun 2022, Indonesia berupaya keras untuk membangun kebersamaan melalui motto Recover Together, Recover Stronger (Pulih Bersama, Bangkit Perkasa). Motto ini memberi pesan kuat tentang pentingnya kebersamaan dalam memajukan dunia, bankit dari pandemi.
“Aksi di Swedia dan Belanda justru bisa merusak semangat kebersamaan yang sedang dibangun. Itu jelas merugikan seluruh umat beragama dan tidak bisa dibenarkan,” ungkapnya.
Gus Yaqut juga mengimbau umat muslim Indonesia untuk tidak terpancing dan terprovokasi. Bentuk penyikapan harus mengedepankan akhlakul karimah dengan menunjukkan nilai-nilai keluhuran Islam.
Tak hanya itu, Gus Yaqut juga mendorong tokoh-tokoh agama di dunia untuk bisa bersama meredam kasus ini agar tidak meluas. Para pemuka agama saatnya turun untuk berdialog dan kemudian memberikan pencerahan kepada umatnya demi terwujudnya kehidupan beragama dunia yang damai.
“Saya mengapresiasi dan mendukung langkah Kementerian Luar Negeri RI untuk mengundang Duta Besar Swedia untuk Indonesia. Hal sama perlu dilakukan juga terhadap Dubes Belanda di Jakarta,” tandasnya.
Diketahui, aksi pembakaran Al-Qur’an dilakukan oleh Rasmus Paludan, pemimpin Partai Stram Kurs yang berhalauan ekstremisme sayap kanan Denmark di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia, Sabtu (21/01/2023) lalu. Sehari berikutnya, aksi serupa terjadi dalam demonstrasi anti-Turki di Den Haag, Belanda.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Merayakan Maulid Nabi, Meneladani 4 Sifat Rasulullah
2
Khutbah Jumat: Kejujuran dan Integritas sebagai Muslim Sejati
3
Pemerintah Sahkan UU Haji Terbaru, Komitmen Layanan Lebih Mudah dan Transparan
4
MUI Jatim: Vaksin MR Boleh Digunakan Saat Kondisi Darurat
5
PBNU Minta Maaf Telah Datangkan Peter Berkowitz: Khilaf dan Kurang Cermat
6
Ning Farida Ulfi Tegaskan Ortu Wajib Dihormat Meski Belum Penuhi Hak Anak
Terkini
Lihat Semua