• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 29 November 2022

Matraman

Sambut 1 Syawal, Nahdliyin di Ngawi Adakan Pawai Obor

Sambut 1 Syawal, Nahdliyin di Ngawi Adakan Pawai Obor
Warga Ngawi sambut 1 Syawal 1443 Hijriyah dengan takbir keliling dan pawai obor. (Foto: NOJ/ Huda)
Warga Ngawi sambut 1 Syawal 1443 Hijriyah dengan takbir keliling dan pawai obor. (Foto: NOJ/ Huda)

Ngawi, NU Online Jatim
Takbir keliling dan pawai obor seakan sudah menjadi tradisi Nahdliyin untuk menyambut 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri. Seperti halnya yang dilakukan masyarakat Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Ahad (01/05/2022) malam.


Meskipun kegiatan hanya dilakukan di tingkat desa, namun antusiasme warga sangat luar biasa. Semua warga dari berbagai kalangan usia kompak membuat obor. Miftakul Huda, seorang pengurus Karang Taruna desa setempat mengatakan, agenda tersebut rutinitas tahunan warga Desa Karanggupito.


"Alhamdulillah, antusiasme warga sangat luar biasa untuk menyambut 1 Syawal 1443 Hijriyah ini. Terbukti, kegiatan ini diikuti kurang lebih 3000 warga," terangnya kepada NU Online Jatim.


Ia mengatakan, bahwa kegiatan tersebut diikuti kalangan dengan ragam usia. Mulai dari bapak-bapak usia tua, pemuda, dan anak-anak usia belia. Bahkan, ibu-ibu rumah tangga pun ikut serta dalam memeriahkan kegiatan tersebut.


Menurut Huda, animo masyarakat yang begitu tinggi dalam mengikuti takbir keliling dan pawai obor tersebut dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 dua tahun terakhir. Yakni, dimana masyarakat tidak memungkinkan untuk mengadakan kegiatan tersebut.


“Meskipun sebelum kegiatan dilaksanakan turun hujan, namun tidak menyurutkan animo masyarakat mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.


Dirinya menyebutkan, dengan diadakannya takbir keliling dan pawai obor tersebut diharapkan dapat meningkatkan kerukunan antar masyarakat di desa setempat.


"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kerukunan masyarakat setelah hampir tiga tahun ini tidak ada takbir keliling. Saat ini kami mencobanya kembali meski dibuat sesederhana mungkin. Alhamdulillah, warga antusias," ungkapnya.


Diketahui, takbir keliling dan pawai obor tersebut dilakukan dengan berkeliling desa setempat. Adapun titik kumpul kegiatan tersebut di Lapangan Desa Karanggupito. Kegiatan diawali dengan penyematan obor oleh kepala desa setempat.


Kemudian, peserta menempuh perjalanan mengitari jalanan desa dan finish kembali di lapangan desa setempat. Acara semakin meriah dengan dibentuknya formasi angka ‘1443’ sebagai lambang tahun dalam hitungan kalender Hijriyah.


Matraman Terbaru