• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Matraman

Sekjen Forum Komunikasi Pesantren Muadalah: Santri Penerus Salafunassalih 

Sekjen Forum Komunikasi Pesantren Muadalah: Santri Penerus Salafunassalih 
Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pesantren Muadalah atau FKPM, KH Luqman Harist Dimyathi. (Foto: NOJ/Anwar Sanusi)
Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pesantren Muadalah atau FKPM, KH Luqman Harist Dimyathi. (Foto: NOJ/Anwar Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim
Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pesantren Muadalah atau FKPM, KH Luqman Harist Dimyathi mengatakan bahwa santri adalah sosok yang mampu meneruskan perjuangan ulama salafunassalih. Selain itu, pelajaran yang diajarkan di pesantren juga masuk dalam sistem pendidikan nasional.


"Artinya negara Republik Indonesia ini sudah mengakui keberadaan peninggalan salafunassalih," kata kiai pencipta lirik mars gerakan nasional ayo modok itu.


Penegasan ini disampaikan pada acara Haflah At-Tasayakur dan Hifdzinnidzom Imrithi, Jurumiyah, Tuhfatul Athfal, dan Aqidatul Awam. Kegiatan digelar Perguruan Islam Pondok Tremas, Arjosari, Pacitan, Senin  (21/03/2022) malam.


"Kegiatan seperti ini akan sangat bermakna di masa mendatang. Ini merupakan suatu upaya yang mampu menyaring berbagai generasi," jelasnya.


Menurut kiai penyandang gelar kebangsawanan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) itu, santri harus bangga dan percaya diri. Karena telah meneruskan perjuangan salafunassalih. Demikian pula terdapat beberapa perguruan tinggi yang sudah bermitra dengan pesantren.


"Saya senang dan terharu terhadap kalian yang menjadi hamba Allah yang masih bisa mempertahankan kemuliaan daripada salafunassalih," ungkap Kiai Luqman.


Lebih lanjut dirinya menyampaikan, pesantren akan terus bergerak go internasional. Hal ini telah terbukti bahwa beberapa pengasuh pondok pesantren se-Indonesia telah melakukan kesepakatan dengan Universitas Al Azhar, Cairo, Mesir November lalu.


"Tidak hanya belajar ke Timur Tengah, harapannya mampu ke Eropa juga. Salah satu tujuan utama adalah Belanda," tandasnya. 


Peserta haflah hifdzinidzom sebanyak 779 santri. Mereka terdiri dari 93 wisudawati Imrithi, Jurumiyah, dan 146 wisudawati Aqidatul Awam. Sementara yang putra terdiri 75 wisudawan Imrithi, 190 Tuhfatul Athfal, dan 230 Aqidatul Awam.
 


Editor:

Matraman Terbaru