• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Matraman

Sekolah hingga Kantor Kecamatan di Trenggalek Ikut Rusak akibat Gempa Malang

Sekolah hingga Kantor Kecamatan di Trenggalek Ikut Rusak akibat Gempa Malang
Gedung sekolah yang rusak karena getaran gempa Malang. (Foto: NOJ/MK)
Gedung sekolah yang rusak karena getaran gempa Malang. (Foto: NOJ/MK)

Trenggalek, NU Online Jatim

Kabupaten Trenggalek termasuk salah satu daerah yang ikut menjadi terdampak gempa 6,1 skala richter yang berpusat di Kabupaten Malang bagian selatan pada Sabtu (10/04/2021). Di Trenggalek, sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan yang ringan dan sedang karena getaran gempa.

 

Di antaranya gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kecamatan Tugu, tepatnya di Desa Nglongsor. Gedung sekolah ini rusak akibat gempa. Atap bangunan ambrol menimpa ruangan di bawahnya.

 

"Satu ruang kelas rusak parah, tapi untungnya tidak ada korban dari gempa ini. Karna lokasi sekolah sendiri tidak dekat dengan pemukiman warga, jadi warga aman", ungkap Faiq salah satu warga kecamatan Tugu.

 

Dirinya kaget ketika tiba-tiba mendengar suara gemuruh yang ketika dicari ternyata datang dari gedung sekolah tersebut.

 

Tak hanya gedung sekolah SMPN 2 Tugu yang hancur, kantor Kecamatan Durenan pun ikut rusak akibat gempa ini. "Plafonnya jebol-jebol semua, di aula dan beberapa ruangan lain," ungkap Ahmad Zuhdan, Camat Kecamatan Durenan.

 

Ia menjelaskan, dari semua ruang yang ada di kantor Kecamatan Durenan, yang paling parah adalah lantai dua. Selain plafon yang jebol, beberapa genteng didapati berjatuhan dan berserakan di lantai.

 

"Langsung kita pindahkan alat-alat di lantai atas, antisipasi saja saat terjadi hujan. Soalnya itu alat elektronik semua, jadi kalau rusak kita juga yang akan repot, sementara untuk perbaikan pasti memakan waktu," ujarnya.

 

Diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan 6,1 skala richter yang terjadi di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa, tepatnya di koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada kedalaman 25 km, Sabtu siang, 10 April 2021.

 

Data terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim menyebutkan, delapan orang meninggal dunia akibat gempa Malang itu. Lima korban meninggal berasal dari Lumajang dan tiga korban meninggal lainnya berasal dari Kabupaten Malang. Sebanyak 25 orang dilaporkan luka-luka. Seribu lebih bangunan rusak dengan kategori berbeda di belasan kabupaten/kota di Jatim, terbanyak dan terparah di Kabupaten Malang.

 

Editor: Nur Faishal


Matraman Terbaru