Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

Tebar Koin, Cara Warga Ponorogo Peringati Maulid Nabi

Tebar Koin, Cara Warga Ponorogo Peringati Maulid Nabi
Warga Desa Coper Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo berebut koin saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Foto: NOJ/ Arisel Wiji Ningrum).
Warga Desa Coper Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo berebut koin saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Foto: NOJ/ Arisel Wiji Ningrum).

Ponorogo, NU Online Jatim

Warga Desa Coper Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo memiliki cara unik dalam memperingati Mualid Nabi Muhammad SAW. Di antaranya adalah menebar koin, tumpengan dan menyajikan gunungan hasil bumi. Hal ini merupakan tradisi turun temurun yang dipertahankan hingga kini.

 

Kali ini, perayaan Maulid Nabi di Desa Coper tersebut Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Rabu (20/10). "Kita jadikan Ponorogo ini kota santri, kota budaya. Yang mana lulusan SD diharapkan mampu hafal juz 30," kata Sugiri disela-sela menghadiri kegiatan tersebut.

 

Kegiatan Maulidan di Desa Coper tahun ini dimulai dengan shalawatan. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sebar koin, tumpengan, hingga gunungan hasil bumi pada sore harinya. Rangkaian Maulidan ini diikuti oleh banom-banom NU, perangkat desa setempat, serta warga.

 

Acara sebar koin ini merupakan acara turun temurun yang selalu diadakan setiap tahunnya. Biasanya para pejabat yang hadir akan menyebarkan uang koin. Kemudian warga akan berebut koin yang disebar tersebut. Mulai dari anak kecil hingga orang tua juga ikut berebut koin.

 

Sebar koin ini menjadi simbol syukur atas nikmat sekaligus rasa gembira telah dipertemukan dengan bulan Maulid.

 

Sedangkan tumpengan dalam kegiatan ini menjadi hal yang lumrah dilakukan di daerah Jawa. Setiap kepala keluarga membuat satu tumpeng untuk dibawa ke masjid. Dalam acara kali ini, perayaan Maulid di Desa Coper dilaksanakan di Masjid Al-Ishaq.

 

Masjid ini merupakan ikon dari Desa Coper dan merupakan peninggalan dari Kiai Ishaq yang merupakan putra dari Kiai Ageng Muhammad Besari, seorang ulama yang santrinya tersebar di berbagai daerah. Diantaranya, Kiai Ageng Basyariyah, pembabat Desa Perdikan Sewulan Madiun.

 

Perayaan Maulid tahun ini di Desa Coper juga mengadakan acara gunungan. Yang isinya adalah hasil bumi dari petani desa setempat. Yang nantinya akan direbutkan warga.

 

 

"Semoga apa yang disedekahkan bisa menjadi wasilah untuk mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW," kata Damhuri. Kepala Desa Coper Saat membuka acara.

 

Penulis: Arisel Wiji Aningrum

Terkait

Matraman Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini